Kategori
Tak Berkategori

240 Unit : Total Kini Tempat Ngecas Mobil Listrik Bertambah Terus

 1,062 total views

Pemerintah terus menggenjot infrastruktur untuk mendukung kendaraan listrik. Salah satunya dengan memperbanyak fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperbanyak Infrastruktur Pengisian Listrik (IPL) untuk mendukung ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Pada semester I/2021, jumlah IPL KBLBB mencapai 240 unit dari target 390 unit terpasang di seluruh Indonesia sampai dengan akhir tahun 2021.

“Penambahan infrastruktur pengisian kendaraan listrik ini untuk menunjang akses serta mempermudah pengguna kendaraan listrik. Diharapkan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk menggunakan kendaraan listrik,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Munir Ahmad, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/9/2021).

Infrastruktur pengisian kendaraan listrik ini ditempatkan di pusat perbelanjaan, kantor PT PLN (Persero), Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), gelanggang olahraga, bandara, ruas tol, perkantoran, dealer resmi, hingga pool taksi.

“Sebanyak 240 unit infrastruktur tersebut terdiri dari 166 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan instalasi privat electric vehicle (EV) charging station, serta 74 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU),” ujar Munir.

Kementerian ESDM juga telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai demi mendukung kendaraan listrik. Permen ESDM tersebut mengatur tanggung jawab badan usaha, proses perizinan, skema listrik, tarif tenaga listrik, insentif, hingga keselamatan berusaha.

sumber : Tim detikcom – detikOto

https://oto.detik.com/berita/d-5717216/tempat-ngecas-mobil-listrik-bertambah-terus-total-kini-240-unit?_ga=2.160739069.110624151.1631269657-1793998519.1631269647

Kategori
Kendaraan Listrik

Akhirnya Pabrik Baterai Mobil Listrik Mulai Dibangun 15 September

 1,583 total views,  2 views today

Rencana pemerintah membangun industri baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia semakin menemukan titik cerah. Hal itu ditandai dengan rencana pemasangan tiang pancang (groundbreaking) pabrik baterai kendaraan listrik pada 15 September 2021 mendatang.

“Tanggal 15 besok (September) kita sudah mulai groundbreaking pembangunan pabrik LG yang kami teken di awal tahun 2021. Jadi kita membangunnya bukan dari hulu, (tetapi) dari hilir,” kata Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam webinar bertajuk ‘Investasi, Nilai Tambah, dan Kesinambungan Pembangunan’, Rabu (8/9/2021).

Dana keseluruhan yang dikucurkan untuk proyek tersebut ialah sebesar US$ 9,8 miliar atau sekitar Rp 142 triliun (kurs Rp 14.500). Tahap awal proyek ini akan membangun pabrik dengan kapasitas daya 10 giga watt hours (GWh).

“Starting-nya adalah bangun baterai selnya dulu 10 giga dengan nilai investasi pertama US$ 1,2 miliar Insyaallah 15 September ini groundbreaking jalan,” imbuhnya.

Bahlil menjelaskan pembangunan pabrik baterai listrik ini merupakan strategi berkelanjutan agar sumber daya alam Indonesia tidak dikirim hanya berbentuk mentah. Dengan begitu cita-cita transformasi ekonomi dapat terwujud dengan cara menggenjot hilirisasi industri.

“Kalau kirim mentah ini (sama saja) mengirim tanah air, bukan lagi mengirim sesuatu yang menjadi produk hilirnya. Memang saya akui nggak gampang melakukan ini,” ujarnya.

sumber : Anisa Indraini – detikFinance

https://finance.detik.com/industri/d-5714642/bukan-kaleng-kaleng-pabrik-baterai-mobil-listrik-mulai-dibangun-15-september?_ga=2.229091036.110624151.1631269657-1793998519.1631269647

Kategori
Tak Berkategori

2025 : Produksi Baterai Kendaraan Listrik Skala Besar Dimulai

 224 total views

PT Industri Baterai Indonesia (IBI) mengungkapkan produksi baterai kendaraan listrik skala besar sudah bisa dimulai pada 2025 mendatang.

Tahapan demi tahapan pembangunan industri baterai terintegrasi dari hulu hingga ke hilir sudah mulai dilakukan.

Direktur Utama Industri Baterai Indonesia (IBI) Toto Nugroho mengatakan, pada tahun depan ditargetkan satu pabrik mampu menghasilkan baterai sebanyak 10 giga watt hour (gWh).

“Di 2022 ada satu factory 10 gWh jadi breakthrough menjadi quick solution untuk produksi baterai,” kata Toto dalam acara Investor Daily Summit 2021 bertajuk Mendorong Industri Otomotif Ramah Lingkungan di Jakarta, Rabu (14/7).

Toto menuturkan pengembangan industri baterai kendaraan listrik terintegrasi mulai dari tambang, peleburan/pemurnian, bahan kimia baterai, sel baterai, hingga ke daur ulang.

Dia menyebut di 2024 mendatang seluruh komponen besar baterai seperti RKEF dan HPAL sudah bisa diproduksi. “Sehingga 2025 bisa dapatkan baterai skala besar diproduksi di Indonesia,” tuturnya.

Industri Baterai Indonesia dibentuk oleh 4 BUMN sebagai pemegang saham dengan porsi kepemilikan masing-masing sebesar 25%, yaitu PT Pertamina (Persero), PT Antam Tbk, PT PLN (Persero), dan Mining Industry Indonesia (MIND ID).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

link https://investor.id/business/255476/produksi-baterai-kendaraan-listrik-skala-besar-dimulai-2025

Kategori
Tak Berkategori

Joss! RI-Hyundai Teken Kerja Sama Bangun Industri Baterai Mobil Listrik

 1,537 total views

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Konsorsium Hyundai dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI).

Penandatanganan dilakukan bersama CEO Hyundai Mobis Co. Ltd. Sung Hwan Cho dan CEO LG Energy Solution (LGES) Jonghyun Kim, serta Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho. Kegiatan penandatanganan dilakukan secara daring pada Rabu (28/7).

Konsorsium Hyundai terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution. Mereka bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC). Kedua pihak akan membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik dengan total nilai investasi kurang lebih US$ 1,1 miliar dengan rencana penyerapan tenaga kerja sekitar 1.000 orang.

Kerja sama investasi tersebut adalah salah satu tahap dari keseluruhan rencana proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi senilai US$ 9,8 miliar.

Bahlil mengapresiasi pihak Hyundai, LG maupun PT Industri Baterai Indonesia atas terlaksananya kerja sama tersebut. Dia mengakui perjanjian kerja sama itu terealisasi dengan proses dan negosiasi yang panjang sehingga dapat menguntungkan semua pihak.

Dia juga mengingatkan bahwa perusahaan wajib menggandeng pengusaha dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Hal itu sesuai amanat dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK)

“Penandatanganan yang akan disaksikan bersama-sama ini, izinkan saya sampaikan agar dalam implementasinya, sesuai dengan undang-undang, berkolaborasi dengan pengusaha nasional dan UMKM. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah saat ini. Kami akan kawal dari awal sampai akhir investasi untuk baterai sel ini,” tegas Bahlil dalam keterangan tertulis, Kamis (29/7/2021).

Proyek investasi sel baterai kerja sama Konsorsium Hyundai-LG dan PT Industri Baterai Indonesia, merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dari hulu hingga hilir.

Trio Hamdani – detikFinance
https://finance.detik.com/industri/d-5661384/top-ri-hyundai-teken-kerja-sama-bangun-industri-baterai-mobil-listrik?_ga=2.119311241.1042266792.1627558567-1249042984.1627558567

Kategori
Kendaraan Listrik

Pemerintah : Ingin Buat Charging Mobil Listrik Khusus Disabilitas

 975 total views

Kalau saat ini Stasiun Pengisian Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tidak mengutamakan untuk para penyandang disabilitas, ke depannya pemerintah mengatakan akan lebih mengutamakan para penyandang disibilitas.

Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Wanhar, pada ajang Electric Vehicle Indonesia via Youtube, Rabu (28/7/2021), mengatakan pemerintah akan menyediakan SPKLU khusus para penyandang disabilitas.

“Tentu saja (akan menyediakan SPKLU khusus disabilitas) karena sudah kebijakan pemerintah Indonesia menyediakan untuk para penyandang disabilitas,” ucap Wanhar.

“Namun memang saat ini belum banyak baru 166 unit, tapi kita bisa lihat tempatnya cukup nyaman, karena ada di rest area, SPBU dan gedung-gedung dan tentu kami akan mengingatkan ke kementerian terkait untuk menyediakan SPKLU untuk disibilitas,” Wanhar menambahkan.

Per Februari 2021 tercatat ada 32 titik SPKLU yang tersebar di 12 kota dan 22 lokasi, antara lain di kantor-kantor PLN dan beberapa lokasi pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan. Selain itu terdapat 33 titik Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) yag tersebar di 33 lokasi di 3 kota, yaitu Banten, Bandung dan Bali.

PLN juga telah meluncurkan aplikasi PLN Charge.IN pada akhir Januari 2021 lalu. Aplikasi Charge.IN adalah aplikasi charging yang pertama pada SPKLU bagi konsumen pemilik KBLBB.

Melalui aplikasi Charge.IN, pemilik KBLBB bisa mengontrol dan memonitor pengisian baterai mobil atau motor listrik di stasiun-stasiun pengisian atau SPKLU. Aplikasi PLN Charge.IN sudah tersedia di google playstore, sehingga saat ini masyarakat sudah dapat menikmati kemudahan dalam mengisi daya kendaraan listrik.

M Luthfi Andika – detikOto
https://oto.detik.com/berita/d-5661296/pemerintah-mau-buat-charging-mobil-listrik-khusus-disabilitas?_ga=2.153423800.1042266792.1627558567-1249042984.1627558567

Kategori
Kendaraan Listrik

Pabrik Baterai Mobil Listrik Dibangun Agustus

 1,238 total views

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan groundbreaking tahap satu pabrik baterai mobil listrik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG asal Korea Selatan (Korsel) dimulai Agustus 2021.

“Insyaallah di bulan Agustus ini groundbreaking tahap pertama untuk pabrik baterai mobilnya. Ini menjadi yang pertama di Indonesia, bukan kacang goreng,” kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, Selasa (27/7/2021).

Selain itu, Bahlil juga mengungkap pabrik mobil listrik yang dibangun perusahaan asal Korea Selatan, Hyundai Group ditargetkan pada Februari 2022 sudah mulai produksi.

“Pabrik mobil Hyundai yang nilai investasinya US$ 1,5 miliar ini dibangun terus, bulan dua atau tiga tahun 2022 itu sudah menghasilkan mobil listrik,” jelas Bahlil.

Sebagai informasi, Bahlil sebelumnya pernah mengungkap pabrik baterai mobil listrik mulai dibangun Juli 2021. Namun memang disebutkan pula paling lambat Agustus akan dibangun.

“LG ini sudah mulai groundbreaking bulan Juli, paling lambat Agustus awal kita sudah kita bangun, ini bukan cerita dongeng, ini sudah kita lakukan,” jelasnya dalam Rakornas dengan HIPMI secara virtual, Sabtu (19/6/2021).

Sementara pabrik mobil listrik Hyundai akan menjadi pusat basis produksi pertama Hyundai di kawasan ASEAN. Sales Director Hyundai Mobil Indonesia Erwin Djajadiputra pernah mengungkap pihaknya bisa mulai produksi mobil listrik akhir tahun ini.

“Sudah hampir mencapai 90% dan akan selesai kurang lebih di bulan Juli ini di mana di akhir tahun ini kita sudah bisa mulai memproduksi,” ujar dia Senin (12/4/2021).

Aulia Damayanti – detikFinance
https://finance.detik.com/industri/d-5658685/pabrik-baterai-mobil-listrik-dibangun-agustus-bahlil-bukan-kacang-goreng?_ga=2.119311241.1042266792.1627558567-1249042984.1627558567

Kategori
Kendaraan Listrik

100 lebih ‘SPBU Listrik’ Sudah Tersedia hingga April 2021

 1,266 total views,  2 views today

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan pemerintah telah membangun 122 tempat pengisian daya listrik hingga April 2021. Tempat pengisian daya itu tersebar di 83 lokasi yakni mulai dari perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan hingga di rest area jalan tol.

Langkah ini sebagai bagian dari upaya menekan gas emisi rumah kaca sebesar 29% di tahun 2030.

“Hingga April 2021 telah terbangun 122 unit charging station di 83 lokasi,” kata Arifin seperti dikutip dari Antara, Kamis (22/4/2021).

Dalam peta jalan program kelistrikan nasional, pemerintah memproyeksikan dapat membangun 3.860 tempat pengisian daya kendaraan listrik. Lalu, sebanyak 17.000 tempat penukaran baterai di seluruh Indonesia hingga tahun 2025.

Sejalan dengan itu, angka penggunaan mobil listrik ditargetkan mencapai 19.220 unit, motor listrik 757.139 unit, dan bus listrik mencapai 10.227 unit dalam empat tahun ke depan.

Adapun biaya pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia senilai Rp 1.644,5 sampai dengan Rp 2.466,7 per kWh. Harga ini merupakan salah satu yang termurah di dunia.

“Pemerintah memberikan berbagai regulasi dan insentif agar masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik,” kata Arifin.

sumber :

https://finance.detik.com/energi/d-5542946/122-spbu-listrik-sudah-tersedia-hingga-april-2021?tag_from=news_beritaTerkait&_ga=2.174388385.2092560513.1619108998-1068323113.1619108998

Kategori
Kendaraan Listrik

Menhub : Jajal Sepeda Listrik Buatan Lokal

 1,148 total views

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghabiskan waktu di hari liburnya dengan jalan-jalan ke Bekasi menggunakan KRL. Dia ke Bekasi hanya ingin menjajal sepeda listrik sekaligus memantau sosialisasi penggunaan kendaraan listrik.

Budi menggunakan KRL dari Stasiun Jatinegara menuju Stasiun Bekasi Timur. Di lokasi sudah disiapkan acara sosialisasi kendaraan listrik.

Setibanya di Stasiun Bekasi Timur, Budi langsung menyambangi sederet kendaraan listrik yang sudah berjejer rapih. Ada mobil listrik dari berbagai merk mulai dari Tesla dan Hyundai, ada juga mobil listrik milik Grab.

Budi juga sempat melihat-lihat sepeda motor listrik yang bermerek Gesit. Terakhir dia melihat sepeda listrik buatan UMKM bermerek E-mostra dan menjajalnya keliling parkiran stasiun.

“Hari ini saya bahagia tadi baru coba motor buatan anak bangsa, UMKM, mereka mampu membuat motor listrik, bentuknya bagus, tenaganya bagus, TKDN mencapai 50%. Oleh karena itu kita ingin sekali produk dalam negeri ini bisa maju dan bisa dipasarkan dalam jumlah yang banyak,” ujarnya di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/4/2021).

selengkapnya,..

https://finance.detik.com/industri/d-5536941/naik-krl-menhub-langsung-jajal-sepeda-listrik-buatan-lokal?_ga=2.171255584.1084529832.1619358082-918180879.1619358082

Danang Sugianto – detikFinance

Kategori
Tak Berkategori

Insentif dari Pemerintah : Presiden Minta Industri Mobil Listrik Dipercepat

 848 total views

Indonesia saat ini tengah menuju era elektrifikasi kendaraan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan mobil listrik merupakan teknologi yang harus diakselerasi.

“Transformasi menuju green technology juga perlu dilakukan. Teknologi hijau, product hijau, ke depan ekonomi hijau akan menjadi tumpuan kita, karena kita memiliki potensi dan kekuatan di sini,” kata Jokowi dalam sambutannya saat membuka IIMS Hybrid 2021 dari Istana Negara, Jakarta, seperti ditayangkan langsung di YouTube IIMS Kamis (15/4/2021).

“Pengembangan industri mobil listrik ini juga harus dipercepat. Dan kita harapkan menjadi salah satu industri unggulan negara kita,” ucapnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah berupaya mendorong percepatan menuju teknologi hijau. Salah satu langkah yang sedang dipacu pemerintah adalah pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Pemerintah ingin industri otomotif di tanah air segera menjadi sektor unggulan dalam pengembangan kendaraan listrik. Saat ini sedang digenjot pembangunan ekosistemnya. Menperin menyebutkan, target produksi KBLBB pada tahun 2030 sebesar 600 ribu unit untuk roda empat atau lebih, dan sebanyak 2,45 juta unit untuk roda dua. “Target produksi KBLBB tersebut diharapkan akan mampu mengurangi emisi CO2 sebesar 2,7 juta ton untuk roda empat atau lebih dan sebesar 1,1 juta ton untuk roda 2,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya.

Sampai saat ini, sudah ada tiga perusahaan industri dalam negeri yang membangun fasilitas produksi KBLBB roda empat atau lebih dengan kapasitas sebesar 1.680 unit per tahun, sedangkan untuk sepeda motor listrik sudah ada sebanyak 21 perusahaan industri dengan kapasitas produksi mencapai 1,04 juta unit per tahun.

Untuk mendukung percepatan teknologi hijau, pemerintah memberikan berbagai intensif baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

selengkapnya,

https://oto.detik.com/mobil/d-5534452/jokowi-minta-industri-mobil-listrik-dipercepat-ini-insentif-dari-pemerintah?_ga=2.74835090.1084529832.1619358082-918180879.1619358082

Rangga Rahadiansyah – detikOto

Kategori
Kendaraan Listrik

Berburu Inovasi Mobil Listrik – Indonesia

 1,074 total views

New Energy Nexus Indonesia menggelar hackathon kedua di Indonesia yang bernama [RE]energize Indonesia 2021. Tujuannya? Mencari ide-ide inovatif untuk membangun ekosistem sektor electric mobility di Indonesia.

Didukung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, National Battery Research Institute, PT Surya Utama Nuansa dan knowledge partner lainnya, hackathon online ini terbuka bagi individu maupun tim yang memiliki solusi dan inovasi di sektor e-mobility ataupun ekosistem pendukungnya.

“Pendaftaran online dibuka hari ini, 15 April 2021. Salah satu syarat pentingnya adalah pendaftar harus mengajukan proposal yang mendemonstrasikan solusi, inovasi atau ide yang dapat memecahkan permasalahan yang relevan dengan challenge areas kami, yakni E-Mobility dan Ekosistem Kendaraan Listrik,” ungkap Aditya Mulya, Manajer Program dari New Energy Nexus Indonesia.

“Dalam menjaring inovasi dan ide terbaik, kami akan dibantu oleh 5 orang juri, termasuk dari jaringan internasional kami,” tambahnya dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (15/4/2021).

lanjut sumber :

https://inet.detik.com/business/d-5533859/berburu-inovasi-mobil-listrik-di-indonesia?_ga=2.144635830.2092560513.1619108998-1068323113.1619108998

Anggoro Suryo Jati – detikInet