![]()
PT Industri Baterai Indonesia (IBI) mengungkapkan produksi baterai kendaraan listrik skala besar sudah bisa dimulai pada 2025 mendatang.
Tahapan demi tahapan pembangunan industri baterai terintegrasi dari hulu hingga ke hilir sudah mulai dilakukan.
Direktur Utama Industri Baterai Indonesia (IBI) Toto Nugroho mengatakan, pada tahun depan ditargetkan satu pabrik mampu menghasilkan baterai sebanyak 10 giga watt hour (gWh).
“Di 2022 ada satu factory 10 gWh jadi breakthrough menjadi quick solution untuk produksi baterai,” kata Toto dalam acara Investor Daily Summit 2021 bertajuk Mendorong Industri Otomotif Ramah Lingkungan di Jakarta, Rabu (14/7).
Toto menuturkan pengembangan industri baterai kendaraan listrik terintegrasi mulai dari tambang, peleburan/pemurnian, bahan kimia baterai, sel baterai, hingga ke daur ulang.
Dia menyebut di 2024 mendatang seluruh komponen besar baterai seperti RKEF dan HPAL sudah bisa diproduksi. “Sehingga 2025 bisa dapatkan baterai skala besar diproduksi di Indonesia,” tuturnya.
Industri Baterai Indonesia dibentuk oleh 4 BUMN sebagai pemegang saham dengan porsi kepemilikan masing-masing sebesar 25%, yaitu PT Pertamina (Persero), PT Antam Tbk, PT PLN (Persero), dan Mining Industry Indonesia (MIND ID).
Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)
link https://investor.id/business/255476/produksi-baterai-kendaraan-listrik-skala-besar-dimulai-2025
