Kategori
Tak Berkategori

Harga Nikel dan Pengaruhnya ke Emiten seperti INCO, NCKL, MBMA, ANTM

Loading

Beberapa produsen memutuskan untuk menutup sementara tambang mereka, sementara yang lain mengumumkan akan mengevaluasi ulang proyeknya. Berikut rinciannya:

Wyloo Metals: mengumumkan akan menutup sementara operasi tambang nikel di Kambalda, Australia pada akhir Mei 2024 imbas rendahnya harga nikel. Pengumuman ini hanya berselang 6 bulan setelah Wyloo Metals mengakuisisi tambang tersebut senilai 760 juta dolar AS.

BHP: mengumumkan sedang mengevaluasi ulang bisnis nikelnya. Menurut laporan Reuters, sebagaimana dikutip melalui ulasan Stockbit, BHP kemungkinan perlu menunda proyek nikel senilai 1,2 miliar dolar AS di West Musgrave, Australia. BHP mengatakan bahwa mereka sedang mencari opsi untuk memitigasi dampak penurunan tajam harga nikel dan akan memberikan rincian lebih lanjut dalam laporan tengah tahun pada 20 Februari 2024.

https://investor.id/market/351804/soal-harga-nikel-dan-pengaruhnya-ke-emiten-seperti-inco-nckl-mbma-antm

Kategori
Tak Berkategori

Electrifying Agriculture, Inovasi Transisi Energi yang Berdampak Positif ke Perekonomian

Loading

Program Electrifying Agriculture (EA) dinilai sebagai inovasi nyata untuk mewujudkan transisi energi yang berkeadilan di Tanah Air. Program yang konsisten dijalankan oleh PT PLN (Persero) ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, melainkan juga pada perekonomian.

“Kita apresiasi inovasi ini karena telah memberikan multiplier effect yang sangat nyata sekaligus berkeadilan. Operasional petani yang tadinya hanya bergantung pada Bahan Bakar Minyak (BBM) atau solar, kini punya opsi lain yaitu listrik,” tegas Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori.

Ia berpendapat bahwa secara bertahap energi listrik akan dihasilkan oleh pembangkit yang bersumber dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sehingga akan lebih ramah lingkungan ketimbang BBM yang bersumber dari energi fosil.

“Dari sini kita menyadari, bahkan petani pun bisa berkontribusi langsung dalam mewujudkan transisi energi melalui program ini. Dengan hanya beralih dari menggunakan BBM menjadi menggunakan listrik,” terangnya.

Defiyan melanjutkan, penggunaan listrik pada sektor pertanian akan berdampak positif terhadap perekonomian. “Secara mikro, operasional petani akan jadi lebih hemat karena biaya listrik jelas lebih murah dari BBM. Secara makro, produktivitas pertanian bakal meningkat karena ketersediaan listrik lebih mudah diakses dan pasokannya sangat memadai,” kata dia.

https://investor.id/business/352449/electrifying-agriculture-inovasi-transisi-energi-yang-berdampak-positif-ke-perekonomian

Kategori
Tak Berkategori

Motor Listrik Honda EM1 e: Siap Meluncur Tahun Depan

Loading

Motor listrik Honda EM1 e: yang wujudnya telah diungkap pada pameran EICMA 2022, kabarnya siap dipasarkan di Eropa pada tahun depan. Disitat dari Paultan (12/6/2022), Honda EM1 e: bakal dilepas ke konsumen mulai musim panas tahun 2023. Peluncuran motor listrik EM1 e: adalah bagian dari rencana Honda untuk merilis 10 atau lebih kendaraan roda dua listrik secara global pada 2025.

Selain itu, kehadiran motor listrik juga menjadi rencana yang lebih ambisius untuk menjadikan jajaran sepeda motornya netral karbon pada tahun 2040. ‘EM’ adalah singkatan dari Electric Moped, yang tampilannya mengikuti bahasa desain skuter tradisional dengan jarak sumbu roda pendek dan lantai dek rata. EM1 e: ditujukan untuk perjalanan singkat di dalam dan sekitar area kota. Bentuk bodi kompak dan dek rata bertujuan agar lebih praktis dipakai dalam bermobilitas sehari-hari.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Motor Listrik Honda EM1 e: Siap Meluncur Tahun Depan”, Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2022/12/06/110100815/motor-listrik-honda-em1-e–siap-meluncur-tahun-depan.
Penulis : Dio Dananjaya
Editor : Azwar Ferdian

Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

Kategori
Tak Berkategori

Volta bekerja sama dengan ITDC pasok motor listrik di Bali

Loading

Volta, anak usaha PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) yang menjalankan bisnis kendaraan listrik, telah menandatangani kerja sama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) untuk menyediakan layanan sewa motor listrik di Bali.

Kerja sama tersebut juga mencakup layanan untuk The Nusa Dua Bali, kawasan pariwisata terintegrasi yang dikelola oleh ITDC. Dalam kerja sama ini, ITDC menyediakan lahan dan Volta menyediakan armada motor listrik.

Dalam keterangan resminya, Volta menyediakan armada yang telah dilengkapi dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi. Dengan teknologi ini, penyewa kendaraan bermotor dapat mengakses layanan Volta secara mudah.

link

https://www.idnfinancials.com/id/news/45002/volta-itdc-supply-electric-motorcycles-bali

Kategori
Tak Berkategori

Inalum dan MIND ID Berpisah Tahun Ini

Loading

Proses pemisahan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dari holding pertambangan MIND ID sudah mendapat restu pemerintah.

Direktur Utama Holding MIND ID Hendi Prio Santoso mengungkapkan dengan izin tersebut diharapkan bisa beroperasi pada tahun ini.

“Insya Allah split off dari Inalum operating akan berjalan tahun ini. Kita baru dapat sinyal bahwa izin prakarsa sudah disetujui oleh pemerintah,” kata Hendi dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (25/5/2022).

Baca artikel detikfinance, “Dapat Restu, Inalum dan MIND ID Berpisah Tahun Ini” selengkapnya https://finance.detik.com/energi/d-6095751/dapat-restu-inalum-dan-mind-id-berpisah-tahun-ini.

Kategori
Tak Berkategori

Grup MIND ID Diprediksi Masih Bisa Tumbuh 6%

Loading

BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, atau Mining Industry Indonesia, yang beranggotakan PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero) dan PT Timah Tbk, mencatat realisasi kinerja yang positif di sepanjang 2021. Perekonomian global merespons lebih positif atas kondisi pandemi yang lebih terkendali pada tahun lalu.

Praktisi dan Pengamat Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo mengungkapkan kinerja masing-masing emiten membaik pada tahun lalu, salah satunya karena sudah menjadi holding. Namun selain hal tersebut, emiten pertambangan memang telah diuntungkan dengan adanya kenaikan harga komoditas sektor pertambangan.

Sehingga menurut Lucky kinerja BUMN Holding Pertambangan ini masih mungkin untuk bertumbuh setidaknya hingga 6%.

link https://investor.id/business/294022/grup-mind-id-diprediksi-masih-bisa-tumbuh-setidaknya-6rnrnnbsp

Kategori
Tak Berkategori

Industri Baterai Indonesia Dapat Rp 215 T dari Cina dan Korea – Kata Luhut

Loading

PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) mengantongi investasi US$ 15 miliar atau sekitar Rp 215 triliun dari dua kemitraan yang dijalin untuk mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik di Tanah Air.

Pertama adalah kemitraan yang dijalin salah satu induk usaha IBC, yakni PT Aneka Tambang Tbk. dengan korporasi asal Cina PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) untuk inisiatif proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi.

Kemitraan kedua adalah perjanjian serupa dengan LG Energy Solution, perusahaan asal Korea Selatan.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan langkah ini merupakan pijakan baru bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama di industri baterai kendaraan listrik. “Ini merupakan langkah penting bagi Indonesia untuk menjadi salah satu pemain industri baterai terbesar di dunia,” ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Senin, 18 April 2022.

Direktur Utama IBC Toto Nugroho mengatakan kemitraan strategis ini akan memacu percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik berkelanjutan yang diyakini mampu membangkitkan gairah industri otomotif ramah lingkungan.

“Dengan adanya industri baterai terintegrasi ini, diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekosistem electric vehicle,” kata Toto.

Dia menambahkan, dalam jangka panjang lini bisnis yang akan dikembangkan oleh perseroan sejalan dengan adanya kemitraan ini bakal lebih luas, yakni tidak hanya berdampak pada industri baterai dari hulu hingga hilir.

“Ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekosistem electric vehicle, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan TKDN, serta meningkatkan penggunaan baterai untuk kebutuhan lainnya,” ujarnya.

link https://bisnis.tempo.co/read/1583428/kata-luhut-soal-industri-baterai-indonesia-dapat-rp-215-t-dari-cina-dan-korea/full&view=ok

Kategori
Tak Berkategori

EMI Kembangkan Kendaraan Listrik dan Ekosistemnya di Indonesia

Loading

Electra Mobilitas Indonesia (EMI), semangat Indika Energy Group untuk mendukung penurunan emisi di tanah air melalui pengembangan industri kendaraan listrik nasional dan ekosistem pendukungnya.

Pada 30 Oktober mendatang, Indonesia akan menjadi tuan rumah G20 Summit yang mengangkat tema “Recover Together, Recover Stronger”. Salah satu isu utama yang akan dibahas dalam ajang Presidensi yang akan digelar di Bali tersebut adalah transisi energi berkelanjutan, dalam upaya mempercepat transisi menuju sumber energi yang lebih bersih, dan mempromosikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Dalam transisi energi berkelanjutan, salah satu fokus di dalamnya adalah upaya menekan angka emisi di Indonesia. Penggunaan kendaraan listrik pun kini ramai diperbincangkan sebagai salah satu solusi. Memang, penggunaan kendaraan di Indonesia saat ini masih didominasi oleh kendaraan berbahan bakar fosil. Namun perlahan kendaraan listrik mulai mengambil hati pasar meski faktor harga yang masih relatif tinggi.

Faktor utama yang membuat harga kendaraan listrik masih terhitung mahal adalah komponen baterai, jika harga baterai bisa ditekan, maka prospek kendaraan listrik juga semakin cerah. Indonesia sendiri memiliki keunggulan yang besar terkait hal tersebut dan berpotensi menjadi salah satu pemain utama di era kendaraan listrik, salah satu keunggulannya yaitu ketersediaan bahan baku baterai berupa nikel, di mana Indonesia menguasai sekitar 23 persen cadangan nikel dunia. Baterai yang menggunakan nikel memiliki keunggulan karena memiliki densitas energi yang lebih tinggi sehingga cocok digunakan untuk kendaraan listrik.

Upaya percepatan transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih, serta mempromosikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif sebagai salah satu perhatian utama Presidensi G20 yang juga sejalan dengan komitmen Indika Energy untuk mendiversifikasi pendapatan dengan target 50% berasal dari sektor non-batubara, serta komitmen untuk mencapai netral karbon pada 2050.

Aspirasi EMI adalah untuk menjadi leader dalam industri kendaraan listrik di Indonesia dan menjadi pelopor dan penggerak dalam terbentuknya ekosistem green mobility yang ramah lingkungan. Visi EMI menjadi sebuah mobility solution provider.

Transisi perluasan investasi dan diversifikasi bisnis Indika Energy ke arah energi terbarukan dan industri non-batubara merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan energi bersih bagi Indonesia yang berkelanjutan. Indika Energy terus berupaya mengeksplorasi berbagai sumber daya dan potensi bisnis, termasuk terus mengembangkan entitas non-batubara seperti Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS), Indika Multi Properti (IMP), Interport Mandiri Utama, Indika Digital Teknologi, Indika Mineral Investindo dan Electra Mobilitas Indonesia (EMI).

Pendirian Electra Mobilitas Indonesia (EMI) pada April 2021 lalu didasari semangat Indika Energy untuk mendukung penurunan emisi di tanah air melalui pengembangan industri kendaraan listrik nasional. EMI melihat prospek kendaraan listrik khususnya roda dua, yang cerah di masa depan. Kelebihan utama dari kendaraan listrik yaitu sangat ramah lingkungan, sehingga penggunaan kendaraan listrik akan membuat bahaya polusi udara semakin berkurang dan akan menekan penggunaan bahan bakar minyak.

“Sudah saatnya Indonesia, sebagai salah satu negara dengan penjualan motor terbesar di dunia, memiliki produsen motor yang mumpuni. Sebuah kebanggaan bagi saya untuk menjadi bagian dari EMI yang berkomitmen memproduksi motor yang ramah lingkungan, high-tech, dan mampu menciptakan perubahan yang positif bagi bangsa Indonesia. Konsumen yang membeli produk EMI ini bukan membeli sebuah motor, tapi menjadi bagian dari gaya hidup EMI yang akan mendisrupsi dunia otomotif Indonesia”, tutur Bayu Pangestu, Head of Sales and After Sales EMI. Saat ini EMI yang didukung oleh lebih dari 20 orang karyawan dengan berbagai keahlian di bidangnya  saling bekerjasama dan berkolaborasi untuk menghasilkan kendaraan listrik yang sesuai dengan karakter konsumen Indonesia.

EMI bertujuan untuk mengakselerasi pasar motor listrik dan ekosistemnya juga merupakan kontribusi kami terhadap penurunan kadar emisi nasional.

“Aspirasi EMI adalah untuk menjadi leader dalam industri kendaraan listrik di Indonesia dan menjadi pelopor dan penggerak dalam terbentuknya ekosistem green mobility yang ramah lingkungan. Visi EMI bukan saja menciptakan motor listrik yang menarik dan sesuai dengan konsumen Indonesia, namun juga menjadi sebuah mobility solution provider, di mana customer experience merupakan sebuah point yang sangat penting dan approach secara menyeluruh terhadap semua hal termasuk ekosistem motor listrik perlu diperhatikan dan dicermati”, ungkap Rahmat Septriwan, Chief Operating Officer EMI.

Baru-baru ini, bersama PT Industri Baterai Indonesia (IBC), Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. (Foxconn), Gogoro Inc. dan Indika Energy telah menandatangani MoU untuk mengembangkan industri kendaraan listrik nasional. Diharapkan nantinya kerjasama ini juga meluas hingga ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif di Indonesia serta pengembangan industri kendaraan listrik roda 4, kendaraan listrik roda 2, dan bus listrik. Setelah penandatanganan MoU ini akan dilanjutkan tahapan feasibility study untuk melihat proyek lebih detail lagi. 

Bahkan di tahun 2022 ini, EMI juga berencana meluncurkan motor listrik yang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi mobilitas yang berkelanjutan di Indonesia.

“EMI bertujuan untuk mengakselerasi pasar motor listrik dan ekosistemnya sehingga dapat menjadi salah satu merek utama di industri kendaraan listrik nasional. Hal ini juga merupakan kontribusi kami terhadap penurunan kadar emisi nasional dan mendukung upaya kami untuk menjadi perusahaan dengan net-zero emissions di tahun 2050. Kami berharap ke depannya Indonesia bisa menjadi salah satu negara pengembang ekosistem kendaraan dan baterai listrik terdepan, dengan rantai pasokan yang lengkap dan bersaing,” tutur Azis Armand, Wakil Direktur Utama dan CEO Grup Indika Energy

Kategori
Tak Berkategori

Akhirnya resmi : Foxconn Bikin Industri Mobil Listrik Rp 114 T di Batang

Loading

Foxconn, perusahaan perakit handphone iPhone dari Taiwan resmi investasi di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Penandatanganan perjanjian investasi sudah dilakukan pada awal Januari 2022.

“Awal bulan kami sudah tandatangan MoU dengan Foxconn. Jadi Foxconn akan masuk di batang,” kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (31/1/2022).

Bahlil menyatakan Foxconn bakal memperkaya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan itu akan membuat motor dan mobil listrik, juga komponen baterai kendaraan listrik.

Bukan cuma itu, Foxconn juga bakal memindahkan sebagian volume pabrik sparepart telekomunikasi ke Indonesia dari China. Bahlil mengaku tidak mudah untuk mencapai kesepakatan investasi ini.

“Ini perintah Bapak Presiden katanya dari awal nggak jalan-jalan. Kami waktu itu datang ketauan ada negara yang mungkin memprotes kehadiran saya di sana, tapi saya bilang selama tidak ada UUD yang melarang kita dagang, kenapa harus takut kepada negara tertentu,” tegasnya.

Baca artikel detikfinance, “Resmi! Foxconn Bikin Industri Mobil Listrik Rp 114 T di Batang” selengkapnya https://finance.detik.com/industri/d-5922784/resmi-foxconn-bikin-industri-mobil-listrik-rp-114-t-di-batang.

Kategori
Tak Berkategori

RI Punya Mobil Otonom MEVi-TDS

Loading

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) mengembangkan moda transportasi tanpa pengemudi yang ramah lingkungan, MEVi-TDS. Wah, bakal saingi mobil Tesla kepunyaan Elon Musk?

MEVi-TDS singkatan dari Micro Electric Vehicle-Teleoperated Driving System. Secara desain, kendaraan ini memang tidak sebesar Tesla, tetapi BRIN mengatakan bahwa MEVi-TDS ini simply futuristic.

Pengembangan kendaraan listrik sebelumnya difokuskan pada penguasaan teknologi komponen kunci seperti motor listrik, battery, control system/power electronics, platform dan charging system.

“Sedangkan Prioritas Riset Nasional (PRN) Kendaraan Listrik 2020-2024 berfokus pada penguasaan teknologi kunci kendaraan otonom, seperti sistem deteksi objek/sensor, sistem telekomunikasi, human to vehicle interaction, computer vision, dan sebagainya,” ujar Kepala Organisasi Riset IPT BRIN, Budi Prawara dalam siaran persnya.

Baca artikel detikinet, “Elon Musk Punya Mobil Tesla, RI Punya Mobil Otonom MEVi-TDS” selengkapnya https://inet.detik.com/science/d-5945829/elon-musk-punya-mobil-tesla-ri-punya-mobil-otonom-mevi-tds.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/