Kategori
Korporasi

Analis : Saham-saham Emiten Kendaraan Listrik Bergerak Bullish

 22 total views,  2 views today

Saham-saham emiten kendaraan listrik bergerak bullish. Financial Expert Ajaib Sekuritas IND Ratih Mustikoningsih menjelaskan, beberapa sentimen yang dapat menjadi pendorong pergerakan saham emiten di sektor kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) yaitu komitmen Pemerintah Indonesia untuk menekan jumlah emisi karbon.

Indonesia berupaya mengurangi emisi karbon sebesar 29% pada 2030, dan net zero carbon pada 2060. Strategi mengurangi jumlah emisi karbon tersebut salah satunya beralih ke kendaraan listrik.

link,

https://investor.id/market-and-corporate/307443/sahamsaham-emiten-kendaraan-listrik-bergerak-bullish-ini-analisisnya

Kategori
Korporasi

Resmi Berkongsi : Indika (INDY) dan Foxconn, Bentuk Perusahaan Patungan Mobil Listrik

 22 total views,  4 views today

PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui anak usahanya, yakni PT Mitra Motor Group, membentuk perusahaan patungan dengan Foxtec Singapore Pte Ltd pada 22 September 2022. Nama entitas baru itu adalah PT Foxconn Indika Motor (FIM).

“PT Mitra Motor Group (MMG), telah mendirikan perusahaan patungan (joint venture) dengan Foxteq Singapore Pte Ltd yang bernama PT Foxconn Indika Motor (FIM),” terang Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono dalam keterbukaan informasi, Jumat (23/9/2022).

Adapun Foxtex Singapore Pte Ltd adalah afiliasi dari Hon Hai Technology Group (Foxconn). Foxconn sendiri merupakan perusahaan manufaktur elektronik terbesar di dunia yang berpusat di Taiwan.

link,

https://investor.id/market-and-corporate/307715/tok-indika-indy-dan-foxconn-resmi-berkongsi-bentuk-perusahaan-patungan-mobil-listrik

Kategori
Korporasi

Saham Emiten Penjual Motor Listrik Ini Ngebut Kesetrum Harga BBM

 116 total views,  4 views today

Saham dari tiga emiten penjual motor listrik melesat pada perdagangan sesi I, Senin (5/9/2022). Ketiganya adalahnya PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Sebagaimana diketahui, Indika belum lama ini memperkenalkan motor listriknya dengan brand ALVA. Sementara Gaya Abadi tenar dengan motor listrik bermerek Selis. Sedangkan, TBS Energi berkongsi dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), lewat perusahaan patungan, dalam mengembangkan motor listrik dengan merek Electrum.

Pada perdagangan sesi, INDY diparkir di Rp 3.070 atau naik 4,42%. Saham Indika diperdagangkan di level tertinggi Rp 3.090 dan terendah Rp 2.920 pada sesi I. Jumlah saham yang diperdagangkan adalah 20,32 juta saham, dengan frekuensi 4.919 kali, dan nilai transaksi Rp 61,91 miliar.

link

https://investor.id/market-and-corporate/305617/saham-emiten-penjual-motor-listrik-ini-ngebut-kesetrum-harga-bbm

Kategori
Korporasi

Erick Sambut Investasi Korsel dan Tiongkok Senilai US$ 15 Miliar ke IBC

 256 total views,  6 views today

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambut positif kerja sama yang dilakukan PT Industri Battery Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan perusahaan Tiongkok, PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co Ltd (CBL) dan LG Energy Solution asal Korea Selatan (Korsel). Dalam kerja sama tersebut, ucap Erick, IBC berhasil mendapatkan investasi senilai US$ 15 miliar untuk pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Tanah Air.

“Kita menyambut baik kerja sama investasi dari dua perusahaan besar asal Tiongkok dan Korsel. Hal ini memberi bukti bahwa investor yakin dengan keseriusan Indonesia dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik,” kata Erick di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

link

https://investor.id/market-and-corporate/302170/erick-sambut-investasi-korsel-dan-tiongkok-senilai-us-15-miliar-ke-ibc

Kategori
Korporasi

Bangun Pabrik Aluminium Mobil Listrik, Hyundai Disebut Intens Dekati Grup Adaro

 246 total views,  4 views today

Konsorsium Hyundai disebut tertarik berinvestasi di proyek produksi aluminium untuk kendaraan listrik yang diluncurkan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Keinginan tersebut didorong untuk mendukung ekosistem mobil listrik mulai dari baterai, perakitan kendaraan, dan pabrik komponen kendaraan di Indonesia.

“Konsorsium Hyundai disebut sudah beberapa kali bertemu dengaan perwakilan Grup Adaro untuk membahas detail terkait peluang investasi aluminium yang dimanfaatkan untuk komponen mobil listrik di Indonesia. Dari proses pembahasan, Hyundai menunjukkan ketertarikan berinvestasi bersama Grup Adaro,” ujar seorang sumber Investor Daily di Jakarta.

link

https://investor.id/rumours/302097/bangun-pabrik-aluminium-mobil-listrik-hyundai-disebut-intens-dekati-grup-adaro

Kategori
Korporasi

Indika (INDY) dan Foxconn Disebut Mau Investasi US$ 2 Miliar di Industri Kendaraan Listrik

 310 total views,  6 views today

PT Indika Energy Tbk (INDY) tengah mempertimbangkan untuk investasi bersama senilai US$ 2 miliar dengan perusahaan asal Taiwan, Foxconn untuk manufaktur kendaraan listrik, baterai, dan penyimpanan energi.

Hal tersebut berdasarkan pernyataan petinggi Indika kepada Reuters.

Kemitraan didirikan antara Foxconn, Indika, dan tiga entitas lainnya pada awal tahun ini dalam nota kesepahaman untuk secara kolektif menginvestasikan US$ 8 miliar dalam memproduksi EV (electric vehicle) dan baterai di Indonesia.

Sebuah studi kelayakan untuk usaha Foxconn-Indika ditargetkan paling lambat selesai pada kuartal keempat tahun ini, kata CEO Grup Indika Azis Armand.

“Yang paling menarik adalah pasar domestik Indonesia yang besar, yang relatif memiliki tingkat adopsi yang rendah, meskipun kami tidak mengesampingkan pasar ekspor seperti Vietnam dan China,” kata Azis dikutip Jumat (22/7/2022).

https://s.tradingview.com/widgetembed/?frameElementId=tradingview_8083a&symbol=IDX%3AINDY&interval=D&saveimage=0&toolbarbg=f1f3f6&studies=%5B%5D&theme=light&style=1&timezone=Asia%2FBangkok&showpopupbutton=1&studies_overrides=%7B%7D&overrides=%7B%7D&enabled_features=%5B%5D&disabled_features=%5B%5D&showpopupbutton=1&locale=id&utm_source=investor.id&utm_medium=widget_new&utm_campaign=chart&utm_term=IDX%3AINDY&page-uri=https%3A%2F%2Finvestor.id%2Fmarket-and-corporate%2F300517%2Findika-indy-dan-foxconn-disebut-mau-investasi-us-2-miliar-di-industri-kendaraan-listrik

INDY Chart oleh TradingView

Indonesia telah menetapkan target memiliki 13 juta sepeda motor listrik, termasuk yang dikonversi, dan 2,2 juta mobil listrik di jalan raya pada 2030. Ini sejalan dengan target zero emission Indonesia.

Indika, produsen batu bara terbesar ketiga di Indonesia melalui unitnya PT Kideco Jaya Agung, telah fokus untuk meningkatkan pendapatan dari bisnis non batu bara, seperti tambang emas dan juga EV.

Ini bertujuan agar 50% dari pendapatannya berasal dari bisnis non batu bara pada tahun 2025. Porsi tersebut naik dari 12% saat ini, yang menurut Azis adalah kunci untuk tetap relevan.

“Jika kita hanya melihat pada sektor batu bara, partisipasi kita tidak akan berkelanjutan dalam memberi energi kepada Indonesia,” kata Azis.

link

https://investor.id/market-and-corporate/300517/indika-indy-dan-foxconn-disebut-mau-investasi-us-2-miliar-di-industri-kendaraan-listrik

Kategori
Korporasi

Menakar Arah Industri Kendaraan Listrik, Tuai Berkah Emiten Nikel Cs

 328 total views,  4 views today

Kendaraan listrik kini digemari masyarakat sebab selain ramah lingkungan, jenis kendaraan ini juga dinilai lebih hemat biaya operasional. Keunggulan tersebut menyebabkan mobil listrik semakin menjadi pilihan masyarakat luas.

Pada tahun 2019, terdapat 3,27 juta unit kendaraan listrik di pasar kendaraan listrik global. Sementara menurut proyeksi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), jumlah mobil listrik di pasar global akan meningkat hingga 26,95 juta unit di tahun 2030.

link

https://www.idxchannel.com/market-news/menakar-arah-industri-kendaraan-listrik-tuai-berkah-emiten-nikel-cs

Kategori
Korporasi

Semacom (SEMA) Mau Tambah Bidang Usaha PLTS dan SPKLU Kendaraan Listrik

 330 total views,  2 views today

PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) berencana menambah bidang usahanya, yakni pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Dalam keterbukaan informasi, Kamis (23/6/2022), perseroan menegaskan bahwa dengan adanya penambahan bisnis baru, yakni PLTS dan SPKLU, akan berdampak pada kondisi keuangan yang lebih baik, dengan tumbuhnya kenaikan pendapatan SEMA.

Dengan asumsi pendapatan dari PLTS diperkirakan akan didapat pada tahun 2022 dengan proyeksi sebesar Rp 1 miliar, kenaikan atas usaha bisnis baru perseroan tersebut akan tumbuh setiap tahunnya sebesar 415%, 106%, 54,5%, 37,3% dan 25,0% di tahun 2023-2027.

Sementara asumsi pendapatan SPKLU perseroan diperkirakan mulai ada di tahun 2022 dengan proyeksi pendapatan sebesar Rp 1 miliar, kemudian kenaikan atas usaha bisnis baru tersebut akan tumbuh sebesar 213%, 106%, 54,5%, 37,3%, dan 25% di tahun 2023-2027.

Adapun dengan asumsi beban pokok pendapatan bisnis baru adalah 67% dari pendapatan usaha bisnis baru, dan beban usaha bisnis baru adalah 5% dari pendapatan usaha bisnis baru, maka diproyeksi perusahaan akan mendapatkan laba tambahan.

Dengan mengasumsikan tarif pajak korporasi adalah 22%, maka dengan adanya bisnis baru maka perusahaan memperkirakan akan mendapatkan tambahan laba bersih setiap tahunnya sebesar Rp 440 juta, Rp 2,05 miliar, Rp 4,24 miliar, Rp 6,55 miliar, Rp 8,99 miliar, dan Rp 11,245 miliar mulai tahun 2022 sampai dengan tahun 2027.

link

https://investor.id/corporate-action/297679/semacom-sema-mau-tambah-bidang-usaha-plts-dan-spklu-kendaraan-listrik

Kategori
Korporasi

Demi Bisnis Mobil Listrik, Indika Energy (INDY) Dirikan Lagi Perusahaan Baru

 350 total views,  4 views today

PT Indika Energy Tbk (INDY) melaporkan bahwa anak usahanya, yakni PT Indika Energy Infrastructure (IEI) dan PT Solusi Mobilitas Indonesia (SMI) telah mendirikan perusahaan bernama PT Mitra Motor Group (MMG) pada 17 Juni 2022.

Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono menjelaskan, maksud, tujuan, serta kegiatan usaha MMG adalah melakukan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih, melakukan perdagangan besar mobil baru dan suku cadang kendaraan bermotor roda empat/lebih dan aksesorisnya, melakukan usaha pengoperasian instalasi penyediaan listrik, dan melakukan jasa konsultasi manajemen.

link :

https://investor.id/corporate-action/297493/demi-bisnis-mobil-listrik-indika-energy-indy-dirikan-lagi-perusahaan-baru

Kategori
Korporasi

Transisi ke Zero Carbon, Begini Prospek Saham ADRO, PTBA, ITMG, dan UNTR

 296 total views,  4 views today

Meskipun sejumlah negara gencar bertransisi ke zero carbon dengan mengurangi penggunaan energi fosil, upaya tersebut tampaknya belum bisa terwujud dalam waktu dekat. Dipicu kekurangan pasokan energi bersamaan dengan perang Rusia-Ukraina menjadikan sumber energi batu bara tetap menjadi andalan dunia.

Kondisi ini terlihat dari lonjakan harga jual batu bara dalam beberapa kuartal terakhir. Harga tinggi tersebut diprediksi berlanjut setidaknya sampai akhir tahun ini, sehingga kinerja keuangan emiten-emiten batu bara diproyeksikan melanjutkan pertumbuhan pesat tahun ini.

Analis RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya dan Fauzan Luthfi Djamal mengungkapkan, berdasarkan data Newcastle, rata-rata harga jual batu bara telah naik sebanyak 230% menjadi US$ 310 per ton. Lonjakan harga tersebut dipengaruhi sejumlah faktor geopolitik perang Rusia-Ukraina bersamaan dengan kondisi cuaca buruk, peningkatan permintaan setelah pandemi Covid-19 terkendali.

RHB Sekuritas menyebutkan bahwa penguatan harga batu bara mulai terjadi sejak kuartal III-2021 setelah pandemi dunia terkendali dan aktivitas ekonomi mulai membaik. Kenaikan juga dipengaruhi oleh penurunan suplai batu bara dunia yang dipicu meledaknya perang Rusia-Ukraina. Kondisi cuaca yang cenderung lebih basah juga memicu penurunan suplai batu bara. Kondisi ini menjadikan laba bersih emiten batu bara melesat pada kuartal I-2022.

Terkait rata-rata harga jual batu bara, Andrey dan Fauzan memprediksi berada dalam rentang US$ 250 per ton tahun ini atau menunjukkan peningkatan 84% dari rata-rata tahun lalu. Kenaikan harga tersebut tentu akan berimbas positif terhadap lonjakan laba bersih produsen batu bara dunia. Berdasarkan analisis, setiap perubahan 5% rata-rata harga jual batu bara akan berdampak terhadap laba bersih emiten batu bara hingga 6,5%.

Sedangkan adanya upaya sejumlah negara untuk mengurangi penggunaan energi batu bara dengan beralih ke energi yang lebih bersih bisa menjadi tekanan terhadap permintaan batu bara ke depan. Namun, harga jual batu bara setidaknya tahun ini diproyeksikan tetap kuat di tengah rendahnya pasokan batu bara dunia.

link :

https://investor.id/market-and-corporate/297421/transisi-ke-zero-carbon-begini-prospek-saham-adro-ptba-itmg-dan-untr