Kategori
Korporasi

Transisi ke Zero Carbon, Begini Prospek Saham ADRO, PTBA, ITMG, dan UNTR

 296 total views,  4 views today

Meskipun sejumlah negara gencar bertransisi ke zero carbon dengan mengurangi penggunaan energi fosil, upaya tersebut tampaknya belum bisa terwujud dalam waktu dekat. Dipicu kekurangan pasokan energi bersamaan dengan perang Rusia-Ukraina menjadikan sumber energi batu bara tetap menjadi andalan dunia.

Kondisi ini terlihat dari lonjakan harga jual batu bara dalam beberapa kuartal terakhir. Harga tinggi tersebut diprediksi berlanjut setidaknya sampai akhir tahun ini, sehingga kinerja keuangan emiten-emiten batu bara diproyeksikan melanjutkan pertumbuhan pesat tahun ini.

Analis RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya dan Fauzan Luthfi Djamal mengungkapkan, berdasarkan data Newcastle, rata-rata harga jual batu bara telah naik sebanyak 230% menjadi US$ 310 per ton. Lonjakan harga tersebut dipengaruhi sejumlah faktor geopolitik perang Rusia-Ukraina bersamaan dengan kondisi cuaca buruk, peningkatan permintaan setelah pandemi Covid-19 terkendali.

RHB Sekuritas menyebutkan bahwa penguatan harga batu bara mulai terjadi sejak kuartal III-2021 setelah pandemi dunia terkendali dan aktivitas ekonomi mulai membaik. Kenaikan juga dipengaruhi oleh penurunan suplai batu bara dunia yang dipicu meledaknya perang Rusia-Ukraina. Kondisi cuaca yang cenderung lebih basah juga memicu penurunan suplai batu bara. Kondisi ini menjadikan laba bersih emiten batu bara melesat pada kuartal I-2022.

Terkait rata-rata harga jual batu bara, Andrey dan Fauzan memprediksi berada dalam rentang US$ 250 per ton tahun ini atau menunjukkan peningkatan 84% dari rata-rata tahun lalu. Kenaikan harga tersebut tentu akan berimbas positif terhadap lonjakan laba bersih produsen batu bara dunia. Berdasarkan analisis, setiap perubahan 5% rata-rata harga jual batu bara akan berdampak terhadap laba bersih emiten batu bara hingga 6,5%.

Sedangkan adanya upaya sejumlah negara untuk mengurangi penggunaan energi batu bara dengan beralih ke energi yang lebih bersih bisa menjadi tekanan terhadap permintaan batu bara ke depan. Namun, harga jual batu bara setidaknya tahun ini diproyeksikan tetap kuat di tengah rendahnya pasokan batu bara dunia.

link :

https://investor.id/market-and-corporate/297421/transisi-ke-zero-carbon-begini-prospek-saham-adro-ptba-itmg-dan-untr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: