Kategori
Korporasi

Semacom (SEMA) Mau Tambah Bidang Usaha PLTS dan SPKLU Kendaraan Listrik

Loading

PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) berencana menambah bidang usahanya, yakni pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Dalam keterbukaan informasi, Kamis (23/6/2022), perseroan menegaskan bahwa dengan adanya penambahan bisnis baru, yakni PLTS dan SPKLU, akan berdampak pada kondisi keuangan yang lebih baik, dengan tumbuhnya kenaikan pendapatan SEMA.

Dengan asumsi pendapatan dari PLTS diperkirakan akan didapat pada tahun 2022 dengan proyeksi sebesar Rp 1 miliar, kenaikan atas usaha bisnis baru perseroan tersebut akan tumbuh setiap tahunnya sebesar 415%, 106%, 54,5%, 37,3% dan 25,0% di tahun 2023-2027.

Sementara asumsi pendapatan SPKLU perseroan diperkirakan mulai ada di tahun 2022 dengan proyeksi pendapatan sebesar Rp 1 miliar, kemudian kenaikan atas usaha bisnis baru tersebut akan tumbuh sebesar 213%, 106%, 54,5%, 37,3%, dan 25% di tahun 2023-2027.

Adapun dengan asumsi beban pokok pendapatan bisnis baru adalah 67% dari pendapatan usaha bisnis baru, dan beban usaha bisnis baru adalah 5% dari pendapatan usaha bisnis baru, maka diproyeksi perusahaan akan mendapatkan laba tambahan.

Dengan mengasumsikan tarif pajak korporasi adalah 22%, maka dengan adanya bisnis baru maka perusahaan memperkirakan akan mendapatkan tambahan laba bersih setiap tahunnya sebesar Rp 440 juta, Rp 2,05 miliar, Rp 4,24 miliar, Rp 6,55 miliar, Rp 8,99 miliar, dan Rp 11,245 miliar mulai tahun 2022 sampai dengan tahun 2027.

link

https://investor.id/corporate-action/297679/semacom-sema-mau-tambah-bidang-usaha-plts-dan-spklu-kendaraan-listrik

Kategori
Korporasi

Demi Bisnis Mobil Listrik, Indika Energy (INDY) Dirikan Lagi Perusahaan Baru

Loading

PT Indika Energy Tbk (INDY) melaporkan bahwa anak usahanya, yakni PT Indika Energy Infrastructure (IEI) dan PT Solusi Mobilitas Indonesia (SMI) telah mendirikan perusahaan bernama PT Mitra Motor Group (MMG) pada 17 Juni 2022.

Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono menjelaskan, maksud, tujuan, serta kegiatan usaha MMG adalah melakukan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih, melakukan perdagangan besar mobil baru dan suku cadang kendaraan bermotor roda empat/lebih dan aksesorisnya, melakukan usaha pengoperasian instalasi penyediaan listrik, dan melakukan jasa konsultasi manajemen.

link :

https://investor.id/corporate-action/297493/demi-bisnis-mobil-listrik-indika-energy-indy-dirikan-lagi-perusahaan-baru

Kategori
Korporasi

Transisi ke Zero Carbon, Begini Prospek Saham ADRO, PTBA, ITMG, dan UNTR

Loading

Meskipun sejumlah negara gencar bertransisi ke zero carbon dengan mengurangi penggunaan energi fosil, upaya tersebut tampaknya belum bisa terwujud dalam waktu dekat. Dipicu kekurangan pasokan energi bersamaan dengan perang Rusia-Ukraina menjadikan sumber energi batu bara tetap menjadi andalan dunia.

Kondisi ini terlihat dari lonjakan harga jual batu bara dalam beberapa kuartal terakhir. Harga tinggi tersebut diprediksi berlanjut setidaknya sampai akhir tahun ini, sehingga kinerja keuangan emiten-emiten batu bara diproyeksikan melanjutkan pertumbuhan pesat tahun ini.

Analis RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya dan Fauzan Luthfi Djamal mengungkapkan, berdasarkan data Newcastle, rata-rata harga jual batu bara telah naik sebanyak 230% menjadi US$ 310 per ton. Lonjakan harga tersebut dipengaruhi sejumlah faktor geopolitik perang Rusia-Ukraina bersamaan dengan kondisi cuaca buruk, peningkatan permintaan setelah pandemi Covid-19 terkendali.

RHB Sekuritas menyebutkan bahwa penguatan harga batu bara mulai terjadi sejak kuartal III-2021 setelah pandemi dunia terkendali dan aktivitas ekonomi mulai membaik. Kenaikan juga dipengaruhi oleh penurunan suplai batu bara dunia yang dipicu meledaknya perang Rusia-Ukraina. Kondisi cuaca yang cenderung lebih basah juga memicu penurunan suplai batu bara. Kondisi ini menjadikan laba bersih emiten batu bara melesat pada kuartal I-2022.

Terkait rata-rata harga jual batu bara, Andrey dan Fauzan memprediksi berada dalam rentang US$ 250 per ton tahun ini atau menunjukkan peningkatan 84% dari rata-rata tahun lalu. Kenaikan harga tersebut tentu akan berimbas positif terhadap lonjakan laba bersih produsen batu bara dunia. Berdasarkan analisis, setiap perubahan 5% rata-rata harga jual batu bara akan berdampak terhadap laba bersih emiten batu bara hingga 6,5%.

Sedangkan adanya upaya sejumlah negara untuk mengurangi penggunaan energi batu bara dengan beralih ke energi yang lebih bersih bisa menjadi tekanan terhadap permintaan batu bara ke depan. Namun, harga jual batu bara setidaknya tahun ini diproyeksikan tetap kuat di tengah rendahnya pasokan batu bara dunia.

link :

https://investor.id/market-and-corporate/297421/transisi-ke-zero-carbon-begini-prospek-saham-adro-ptba-itmg-dan-untr