Kategori
Kendaraan Listrik

Lokasi – Pabrik Baterai Mobil Listrik Dibangun Usai Lebaran

 672 total views

Pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik garapan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) bersama LG Energy Solution (LGES) akan segera dibangun.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menerangkan kedua pihak telah menyepakati kemitraan untuk mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik di Tanah Air.

Pembangunan pabrik untuk mendukung ekosistem baterai mobil listrik tersebut akan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Mei 2022.

“LG kemarin sudah kita lakukan kontrak dengan IBC, sudah selesai MoU, sekarang groundbreaking untuk precursor, cathode itu akan dilakukan di bulan Mei,” katanya dalam rapat koordinasi pembangunan pusat 2022 secara virtual, Kamis (21/4/2022).

Baca artikel detikfinance, “Pabrik Baterai Mobil Listrik Dibangun Usai Lebaran, di Mana Lokasinya?” selengkapnya https://finance.detik.com/industri/d-6044322/pabrik-baterai-mobil-listrik-dibangun-usai-lebaran-di-mana-lokasinya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Kategori
Tak Berkategori

Industri Baterai Indonesia Dapat Rp 215 T dari Cina dan Korea – Kata Luhut

 306 total views,  2 views today

PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) mengantongi investasi US$ 15 miliar atau sekitar Rp 215 triliun dari dua kemitraan yang dijalin untuk mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik di Tanah Air.

Pertama adalah kemitraan yang dijalin salah satu induk usaha IBC, yakni PT Aneka Tambang Tbk. dengan korporasi asal Cina PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) untuk inisiatif proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi.

Kemitraan kedua adalah perjanjian serupa dengan LG Energy Solution, perusahaan asal Korea Selatan.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan langkah ini merupakan pijakan baru bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama di industri baterai kendaraan listrik. “Ini merupakan langkah penting bagi Indonesia untuk menjadi salah satu pemain industri baterai terbesar di dunia,” ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Senin, 18 April 2022.

Direktur Utama IBC Toto Nugroho mengatakan kemitraan strategis ini akan memacu percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik berkelanjutan yang diyakini mampu membangkitkan gairah industri otomotif ramah lingkungan.

“Dengan adanya industri baterai terintegrasi ini, diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekosistem electric vehicle,” kata Toto.

Dia menambahkan, dalam jangka panjang lini bisnis yang akan dikembangkan oleh perseroan sejalan dengan adanya kemitraan ini bakal lebih luas, yakni tidak hanya berdampak pada industri baterai dari hulu hingga hilir.

“Ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekosistem electric vehicle, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan TKDN, serta meningkatkan penggunaan baterai untuk kebutuhan lainnya,” ujarnya.

link https://bisnis.tempo.co/read/1583428/kata-luhut-soal-industri-baterai-indonesia-dapat-rp-215-t-dari-cina-dan-korea/full&view=ok

Kategori
Kendaraan Listrik

2024 Mobil Listrik ‘Made in Indonesia’ Pakai Baterai Lokal

 3,272 total views,  2 views today

Memiliki cadangan sumber daya mineral yang besar, membuat Indonesia cukup dilirik banyak investor untuk mengembangkan kendaraan listrik. Sekadar informasi, Indonesia memiliki cadangan nikel dan kobalt yang merupakan komponen penting dalam pembuatan baterai lithium.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita belum lama ini menyebut bahwa ada banyak pihak yang ingin berinvestasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

Agus juga mengungkap bahwa pemerintah serius menggarap ekosistem industri kendaraan listrik dari hulu ke hilir. Salah satu caranya adalah melalui peningkatan investasi untuk memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri.

“Sudah banyak investor yang mengajukan proposal ingin berkontribusi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Misalnya ada industri yang ingin memproduksi baterainya, termasuk dari sektor otomotif,” ungkap Agus dalam keterangan resminya.

Tahun 2022 akan menjadi momen penting untuk pengembangan baterai litium untuk kendaraan listrik. Sebab, beberapa investor di Indonesia akan memulai konstruksi pembangunan pabriknya dalam upaya mengolah nikel dan kobalt menjadi bahan baku baterai litium. Seperti diketahui, pabrik baterai mobil listrik milik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG serta CATL untuk mobil listrik sudah mulai melakukan peletakan batu pertama akhir Juli 2021.

Baca artikel detikoto, “Tahun 2024 Mobil Listrik ‘Made in Indonesia’ Pakai Baterai Buatan Lokal” selengkapnya https://oto.detik.com/berita/d-6007333/tahun-2024-mobil-listrik-made-in-indonesia-pakai-baterai-buatan-lokal.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Kategori
Tak Berkategori

EMI Kembangkan Kendaraan Listrik dan Ekosistemnya di Indonesia

 166 total views

Electra Mobilitas Indonesia (EMI), semangat Indika Energy Group untuk mendukung penurunan emisi di tanah air melalui pengembangan industri kendaraan listrik nasional dan ekosistem pendukungnya.

Pada 30 Oktober mendatang, Indonesia akan menjadi tuan rumah G20 Summit yang mengangkat tema “Recover Together, Recover Stronger”. Salah satu isu utama yang akan dibahas dalam ajang Presidensi yang akan digelar di Bali tersebut adalah transisi energi berkelanjutan, dalam upaya mempercepat transisi menuju sumber energi yang lebih bersih, dan mempromosikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Dalam transisi energi berkelanjutan, salah satu fokus di dalamnya adalah upaya menekan angka emisi di Indonesia. Penggunaan kendaraan listrik pun kini ramai diperbincangkan sebagai salah satu solusi. Memang, penggunaan kendaraan di Indonesia saat ini masih didominasi oleh kendaraan berbahan bakar fosil. Namun perlahan kendaraan listrik mulai mengambil hati pasar meski faktor harga yang masih relatif tinggi.

Faktor utama yang membuat harga kendaraan listrik masih terhitung mahal adalah komponen baterai, jika harga baterai bisa ditekan, maka prospek kendaraan listrik juga semakin cerah. Indonesia sendiri memiliki keunggulan yang besar terkait hal tersebut dan berpotensi menjadi salah satu pemain utama di era kendaraan listrik, salah satu keunggulannya yaitu ketersediaan bahan baku baterai berupa nikel, di mana Indonesia menguasai sekitar 23 persen cadangan nikel dunia. Baterai yang menggunakan nikel memiliki keunggulan karena memiliki densitas energi yang lebih tinggi sehingga cocok digunakan untuk kendaraan listrik.

Upaya percepatan transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih, serta mempromosikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif sebagai salah satu perhatian utama Presidensi G20 yang juga sejalan dengan komitmen Indika Energy untuk mendiversifikasi pendapatan dengan target 50% berasal dari sektor non-batubara, serta komitmen untuk mencapai netral karbon pada 2050.

Aspirasi EMI adalah untuk menjadi leader dalam industri kendaraan listrik di Indonesia dan menjadi pelopor dan penggerak dalam terbentuknya ekosistem green mobility yang ramah lingkungan. Visi EMI menjadi sebuah mobility solution provider.

Transisi perluasan investasi dan diversifikasi bisnis Indika Energy ke arah energi terbarukan dan industri non-batubara merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan energi bersih bagi Indonesia yang berkelanjutan. Indika Energy terus berupaya mengeksplorasi berbagai sumber daya dan potensi bisnis, termasuk terus mengembangkan entitas non-batubara seperti Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS), Indika Multi Properti (IMP), Interport Mandiri Utama, Indika Digital Teknologi, Indika Mineral Investindo dan Electra Mobilitas Indonesia (EMI).

Pendirian Electra Mobilitas Indonesia (EMI) pada April 2021 lalu didasari semangat Indika Energy untuk mendukung penurunan emisi di tanah air melalui pengembangan industri kendaraan listrik nasional. EMI melihat prospek kendaraan listrik khususnya roda dua, yang cerah di masa depan. Kelebihan utama dari kendaraan listrik yaitu sangat ramah lingkungan, sehingga penggunaan kendaraan listrik akan membuat bahaya polusi udara semakin berkurang dan akan menekan penggunaan bahan bakar minyak.

“Sudah saatnya Indonesia, sebagai salah satu negara dengan penjualan motor terbesar di dunia, memiliki produsen motor yang mumpuni. Sebuah kebanggaan bagi saya untuk menjadi bagian dari EMI yang berkomitmen memproduksi motor yang ramah lingkungan, high-tech, dan mampu menciptakan perubahan yang positif bagi bangsa Indonesia. Konsumen yang membeli produk EMI ini bukan membeli sebuah motor, tapi menjadi bagian dari gaya hidup EMI yang akan mendisrupsi dunia otomotif Indonesia”, tutur Bayu Pangestu, Head of Sales and After Sales EMI. Saat ini EMI yang didukung oleh lebih dari 20 orang karyawan dengan berbagai keahlian di bidangnya  saling bekerjasama dan berkolaborasi untuk menghasilkan kendaraan listrik yang sesuai dengan karakter konsumen Indonesia.

EMI bertujuan untuk mengakselerasi pasar motor listrik dan ekosistemnya juga merupakan kontribusi kami terhadap penurunan kadar emisi nasional.

“Aspirasi EMI adalah untuk menjadi leader dalam industri kendaraan listrik di Indonesia dan menjadi pelopor dan penggerak dalam terbentuknya ekosistem green mobility yang ramah lingkungan. Visi EMI bukan saja menciptakan motor listrik yang menarik dan sesuai dengan konsumen Indonesia, namun juga menjadi sebuah mobility solution provider, di mana customer experience merupakan sebuah point yang sangat penting dan approach secara menyeluruh terhadap semua hal termasuk ekosistem motor listrik perlu diperhatikan dan dicermati”, ungkap Rahmat Septriwan, Chief Operating Officer EMI.

Baru-baru ini, bersama PT Industri Baterai Indonesia (IBC), Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. (Foxconn), Gogoro Inc. dan Indika Energy telah menandatangani MoU untuk mengembangkan industri kendaraan listrik nasional. Diharapkan nantinya kerjasama ini juga meluas hingga ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif di Indonesia serta pengembangan industri kendaraan listrik roda 4, kendaraan listrik roda 2, dan bus listrik. Setelah penandatanganan MoU ini akan dilanjutkan tahapan feasibility study untuk melihat proyek lebih detail lagi. 

Bahkan di tahun 2022 ini, EMI juga berencana meluncurkan motor listrik yang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi mobilitas yang berkelanjutan di Indonesia.

“EMI bertujuan untuk mengakselerasi pasar motor listrik dan ekosistemnya sehingga dapat menjadi salah satu merek utama di industri kendaraan listrik nasional. Hal ini juga merupakan kontribusi kami terhadap penurunan kadar emisi nasional dan mendukung upaya kami untuk menjadi perusahaan dengan net-zero emissions di tahun 2050. Kami berharap ke depannya Indonesia bisa menjadi salah satu negara pengembang ekosistem kendaraan dan baterai listrik terdepan, dengan rantai pasokan yang lengkap dan bersaing,” tutur Azis Armand, Wakil Direktur Utama dan CEO Grup Indika Energy

Kategori
Kendaraan Listrik

Electrum, Pertamina, Gogoro, dan Gesits Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

 134 total views

Langkah nyata kolaborasi BUMN dan swasta guna mempercepat terwujudnya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia, direalisasikan hari ini. Electrum, perusahaan patungan Gojek dan TBS Energi Utama (TBS), bersama Pertamina, Gogoro, dan Gesits, bersinergi untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi dan terlengkap di Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan isu prioritas yang dibawa Pemerintah Indonesia dalam G20 Summit, salah satunya terkait transisi energi yang berkelanjutan, termasuk percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Electrum bersama dengan Pertamina, Gogoro, dan Gesits memperkuat sinergi melalui komitmen bersama untuk terus melanjutkan kolaborasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Pengukuhan komitmen bersama dan kolaborasi tersebut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menghargai keberanian perusahaan-perusahaan yang berkolaborasi hari ini yang mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir. “Pemerintah sangat serius untuk masuk pada energi baru terbarukan termasuk menuju pada kendaraan listrik. Oleh sebab itu, saya sangat menghargai keberanian perusahan-perusahaan masuk dari hulu sampai hilir untuk memulai membangun ekosistem kendaraan listrik. Kita harapkan sesuai dengan target kita di 2030 untuk emisi karbon berada di angka 29%, dan di 2060 masuk ke emisi nol atau net zero carbon.”

Menandai pengukuhan komitmen dan kolaborasi ini, Electrum, Pertamina, Gogoro, dan Gesits akan memperluas uji coba komersial penggunaan kendaraan listrik roda dua yang akan terus dikembangkan secara bertahap hingga ribuan unit di sepanjang tahun 2022.

Hasil uji coba akan dimanfaatkan antara lain sebagai landasan rencana bisnis Electrum. Perusahaan gabungan Gojek dan TBS ini sudah memiliki rencana membangun manufaktur motor listrik, teknologi pengemasan baterai, infrastruktur penukaran baterai, dan pembiayaan untuk memiliki kendaraan listrik.

Kolaborasi ini akan memanfaatkan masing-masing keahlian dari keempat perusahaan untuk makin mendorong pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. Electrum akan bertindak sebagai integrator dan pengembang ekosistem kendaraan listrik, dengan memanfaatkan kehadiran Gojek di Indonesia dan keahlian TBS di sektor energi. Sementara, Pertamina lewat Pertamina Patra Niaga akan menyediakan stasiun penukaran baterai motor listrik di berbagai SPBU yang tersebar di kawasan Jakarta Selatan. Hal ini didukung oleh Gogoro sebagai penyedia inovasi teknologi penukaran baterai dan motor listrik, dan Gesits menyediakan motor listrik beserta infrastrukturnya.

Wujud Komitmen Sustainability

Gojek, sebagai bagian dari Grup GoTo memiliki komitmen “Zero Emissions” (Nol Emisi Karbon) yaitu menjadi platform karbon-netral dan menargetkan armadanya 100% kendaraan listrik di 2030. Komitmen Gojek ini sesuai dengan satu dari tiga prioritas G20 tahun ini yakni transisi energi. TBS yang berbagi komitmen yang sama pun berencana mentransformasi usahanya menjadi green business dengan fokus pada pengembangan dan investasi di bidang renewable energy and clean business.

Keikutsertaan Pertamina dan Gesits sebagai BUMN dalam kolaborasi strategis ini akan berperan sangat penting. Pertamina, sebagai pemain utama sektor energi di Indonesia, berkomitmen terus mendukung rencana Pemerintah melakukan transisi energi. Ini dilakukan melalui perluasan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (Battery Charging Station) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (Battery Swapping Station). Pertamina akan memanfaatkan hasil uji komersial ini untuk mendapatkan bisnis model terbaik terkait Battery Swapping Station.

Sebelumnya, Gojek bersama Electrum dan Pertamina telah melakukan uji coba komersial tahap satu motor listrik. Hasilnya, pemanfaatan motor listrik dapat diterima dengan baik oleh mitra driver dan konsumen. Di sisi mitra driver, mereka bisa melakukan penghematan biaya operasional hingga 30% atau mencapai Rp500 ribu sampai dengan Rp700 ribu dalam sebulan. Lebih dari itu, mitra driver dan konsumen juga merasa motor listrik lebih nyaman karena memiliki tarikan yang lebih halus dan tanpa suara bila dibandingkan dengan motor berbahan bakar minyak.

Berikut kutipan narasumber mengenai sinergi percepatan pembangunan kendaraan listrik:

● Direktur Utama Electrum dan Wakil Direktur Utama TBS Pandu Sjahrir

“Dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik, dibutuhkan integrator, pengembang, dan katalis yang aktif membangun ekosistem kendaraan listrik. Inilah peran yang Electrum ambil karena ekosistem kendaraan listrik di Indonesia belum terintegrasi dengan baik. Lewat sinergi erat bersama BUMN dan swasta, kami percaya adopsi bisa terakselerasi. Tidak hanya mendorong penggunaan, kami di Electrum memastikan infrastruktur bisa tersedia dengan baik sehingga masyarakat tidak ragu memanfaatkannya.”

● Direktur Electrum dan CEO serta Co-Founder Gojek Kevin Aluwi

“Fokus adopsi motor listrik kami pandang tepat untuk Indonesia, di mana penggunaan motor lebih banyak dibandingkan mobil. Dengan uji coba komersial motor listrik untuk digunakan oleh mitra driver Gojek, kami bisa mendapatkan berbagai insight dari mitra driver dan penumpang atau konsumen, seperti misalnya terkait operasional kendaraan listrik termasuk pengalamanan dalam berkendara, penghematan hingga kemudahan penggantian baterai sebagai sumber daya kendaraan. Insight ini bisa kami manfaatkan untuk menjadi landasan rencana bisnis Electrum ke depannya.”

● Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati

“Pertamina sebagai pemain utama sektor energi di indonesia berkomitmen terus mendukung rencana pemerintah melakukan transisi energi. Ini dilakukan melalui perluasan jaringan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (Battery Charging Station) dan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik (Battery Swapping Station). Pertamina memahami kebutuhan para pengendara motor listrik, yaitu kecepatan dan kemudahan, sehingga kami menyediakan Battery Swapping Station. Jadi, langsung “Swap and Go”. Dengan bisnis model seperti ini, Indonesia juga berpeluang untuk mengembangkan baterai motor listrik standar Indonesia, sehingga ke depan, harga motor listrik dapat lebih terjangkau. Pertamina terus bergerak mendukung program pemerintah dalam mempercepat transisi energi di bidang kendaraan listrik, bersama dengan Gojek, Indonesia Battery Corporation (IBC), Gesits, dan Electrum. Kami akan aktif mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik. Setelah membangun 6 lokasi charging station, Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Commercial & Trading saat ini telah resmi mengoperasikan 14 unit Battery Swapping Station dengan 212 baterai yang tersebar di 7 lokasi Green Energy Station (GES) Pertamina. Ke depan, kami akan terus memperluas jaringan Battery Swapping Station di Indonesia.”

● Direktur Utama PT Wika Industri Manufaktur (WIMA) Muhammad Samyarto

“Indonesia telah mencanangkan transformasi mobilitas menuju kendaraan bertenaga listrik. Kami di Gesits percaya bahwa kolaborasi bersama Electrum dan berbagai pihak dapat mempercepat realisasi dari janji kami untuk transisi penggunaan energi berkelanjutan dan membangun masyarakat untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan dan penggerak daya yang sangat efisien.”

● Founder, CEO, dan Chairman of the Board of Gogoro Horace Luke

“Gogoro memperluas kemitraan dengan Gojek, Electrum, dan Pertamina untuk mengubah wajah transportasi perkotaan di Indonesia. Kemitraan ini mempermudah mitra driver Gojek dan masyarakat Indonesia memanfaatkan kendaraan listrik yang berkelanjutan. Teknologi baterai swap dari Gogoro merupakan generasi baru sumber daya listrik yang menyediakan platform terbuka bagi kendaraan roda-dua untuk memperkenalkan kendaraan listrik yang bisa di isi daya dengan cepat, aman dan mudah.”**

Tentang Electrum

Sebagai perusahaan teknologi perintis di sektor EV Indonesia, Electrum adalah penggagas gerakan elektrifikasi mobilitas Bangsa. Electrum memanfaatkan gabungan kemampuan dan keahlian Gojek dan TBS Energi untuk mengembangkan solusi transportasi yang bersih dan ekonomis, konsisten dengan komitmen pengurangan emisi Gojek dan TBS untuk turut serta berkontribusi bagi perjalanan Bangsa menuju dekarbonisasi dan Nationally Determined Contributions (NDCs).

Semangat Electrum adalah untuk mengkatalisasi ekosistem EV di Indonesia, dan mendukung pengembangan daya lokal untuk memastikan solusi yang bermakna, relevan dan kredibel dalam membangun sistem mobilitas yang baru bagi Bangsa dan generasi mendatang. Untuk mewujudkan tujuan besar ini kami menerapkan teknologi, proses dan sumber daya manusia berkelas dunia, dan untuk itu kami bermitra dengan platform-platform terkemuka dalam kancah nasional dan global.

Upaya kami untuk memberikan solusi transportasi bersih didasari oleh niat pelayanan kami untuk menjaga lingkungan dan masyarakat disekitar kami, serta berkontribusi bagi kemandirian energi Indonesia dan inisiatif iklim nasional. 

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.electrum.id dan ikuti kami di Instagram: @electrum.id.

Tentang Gojek

Gojek adalah platform on-demand terkemuka di Asia yang menyediakan akses ke berbagai layanan termasuk transportasi, pengiriman makanan, logistik, dan lainnya. Gojek didirikan dengan prinsip memanfaatkan teknologi untuk menghilangkan gesekan kehidupan sehari-hari dengan menghubungkan konsumen ke penyedia barang dan jasa terbaik di pasar. Perusahaan ini berdiri di tahun 2010 dengan fokus pada layanan kurir pengantaran barang dan transportasi roda dua, sebelum meluncurkan aplikasi pada tahun 2015 di Indonesia. Sejak itu Gojek berkembang menjadi platform on-demand terkemuka di Asia Tenggara, menyediakan akses ke berbagai layanan mulai dari transportasi, pengantaran makanan, logistik, dan banyak lainnya.

Hingga Q3-2021, aplikasi Gojek telah diunduh lebih dari 221 juta kali oleh pengguna di seluruh Asia Tenggara. Gojek juga bersatu dengan Tokopedia untuk membentuk GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia pada tahun 2021.

Gojek berkomitmen selalu menghadirkan solusi guna memecahkan masalah yang masyarakat hadapi sehari-hari, sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup jutaan masyarakat pengguna aplikasi Gojek di Asia Tenggara, khususnya di sektor informal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Aplikasi Gojek tersedia untuk diunduh melalui iOS dan Android.

Tentang TBS

TBS adalah perusahaan energi terintegrasi yang saat ini melakukan kegiatan usaha di bidang ketenagalistrikan, pertambangan, dan perkebunan melalui anak perusahaan. Dalam pengembangan business saat ini, TBS memiliki komitmen untuk mengurangi jejak karbon serta berkontribusi pada perbaikan lingkungan dan generasi selanjutnya, dengan menetapkan target untuk mencapai emisi nol bersih di tahun 2030.

Dalam bidang ketenagalistrikan, TBS memiliki anak perusahaan yang mengembangkan proyek PLTU Sulut-3 2×50 MW di Sulawesi Utara dan proyek PLTU Sulbagut-1 2x50MW di Gorontalo, serta 1 anak perusahaan yang mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga mini hydro 2×3 MW di Lampung. Dalam bidang pertambangan, TBS memiliki tiga anak perusahaan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan di Kalimantan Timur, yang lokasinya berdekatan satu sama lain dengan total luas lahan sebesar 7.087 hektar.

Sebagai bagian dari komitmen sustainability, TBS berkomitmen untuk menggunakan pendapatannya untuk investasi di bisnis ramah lingkungan dan secara bertahap mengurangi eksposur dalam bisnis batu bara.

Detail informasi mengenai TBS dapat dilihat pada website TBS: www.tbsenergi.com

Tentang Pertamina

PT Pertamina (Persero) perusahaan energi Indonesia yang senantiasa memegang teguh komitmen untuk menyediakan energi dan mengembangkan energi baru dan terbarukan dalam rangka mendukung terciptanya kemandirian energy nasional. Memegang amanah sebagai holding company di sektor energi sejak ditetapkan oleh Kementerian BUMN Republik Indonesia pada tanggal 12 Juni 2020, Pertamina kini memiliki peran sangat strategis yang membawahi enam subholding yang bergerak di bidang energi, yaitu Upstream Subholding yang secara operasional dijalankan oleh PT Pertamina Hulu Energi, Gas Subholding yang dijalankan oleh PT Perusahaan Gas Negara, Refinery & Petrochemical Subholding yang dijalankan oleh PT Kilang Pertamina Internasional, Power & NRE Subholding yang dijalankan oleh PT Pertamina Power Indonesia, dan Commercial & Trading Subholding yang dijalankan oleh PT Pertamina Patra Niaga dan Integrated Marine & Logistic Subholding yang dijalankan oleh PT Pertamina International Shipping.

Peran penting yang diemban oleh Pertamina ini sekaligus menandai tonggak sejarah baru dalam perjalanan bisnis perusahaan setelah kontribusi nyata yang diberikan oleh Pertamina selama lebih dari enam dekade menyediakan energi yang telah menggerakkan sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia dan berbagai wilayah di luar negeri.

Tentang Gesits

GESITS adalah kolaborasi pemikiran dari anak terbaik bangsa dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara yang diproduksi oleh PT WIKA Industri Manufaktur yang saat ini sahamnya dimiliki 100% oleh PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, Hal ini membuktikan bahwa tingkat pemikiran dan karya Indonesia sanggup bersaing dalam kompetisi inovasi dan teknologi tinggi global yang ketat.

Setelah melalui rangkaian proses riset, tahapan uji coba dan produksi yang konstruktif, dengan bangga kami mempersembahkan GESITS, karya anak bangsa Indonesia pertama yang menggunakan teknologi motor bertenaga listrik. Dan Motor Listrik GESITS telah mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari Kementerian Perhubungan RI sehingga sudah layak untuk digunakan masyarakat umum dan dapat diterbitkan STNK/BPKB layaknya sepeda motor konvensional saat ini. 

Lebih lanjut, dalam konteks mendekatkan motor listrik kebanggaan Indonesia ke seluruh penjuru tanah air, Saat ini Motor Listrik GESITS telah hadir dan dapat dipesan melalui E-Katalog, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Produk Motor Listrik GESITS ini telah menggunakan komponen Part dalam negeri sebesar 85% sehingga untuk ketersedian Spare Part cukup terjamin. Dan Untuk Nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 46,73%.

GESITS dilengkapi motor listrik dengan tenaga puncak 5 kW, dengan Tenaga sebesar ini GESITS mampu mengangkut 2 penumpang, dan dengan 3 mode berkendara, kecepatan maksimal GESITS dibatasi sampai dengan 70 Km/jam. Motor listrik GESITS dengan warranty battery selama 3 tahun menggunakan baterai Lithium NCM berkapasitas 1.44 KWh untuk 1 baterai dan dapat digunakan dengan 2 baterai sehingga dapat berjalan hingga 100 kilometer per satu kali pengisian daya. Waktu pengisian daya antara 3 hingga 4 jam, dengan 30 min pertama dapat menempuh jarak 10 Km. GESITS memiliki fitur double disk brake, transmisi pulley, suspensi belakang monoshock, LED Daytime Running Lights, HID Projector Head Lamps. Selain itu, GESITS juga dilengkapi dengan digital dashboard yang dapat terkoneksi dengan aplikasi ponsel pengendara. GESITS hadir dalam tiga warna, yaitu merah, hitam dan putih.

GESITS adalah inovasi yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Kami tidak akan pernah berhenti menghadirkan inovasi guna membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Harapan kami, GESITS dapat menjadi pionir untuk kendaraan nasional. Mari menjadi awal dari sejarah perjalanan GESITS di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai GESITS dapat mengunjungi Website kami di www.gesitsmotors.com, dan ikuti kami di sosial media Instagram: @gesits, Twitter : @gesitsmotors, Facebook : @GesitsMotors dan Youtube : Gesits Motors.

Tentang Gogoro

Gogoro didirikan pada tahun 2011 untuk membentuk kembali energi perkotaan dan menginspirasi dunia untuk bergerak melalui kota dengan cara yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Gogoro memanfaatkan kekuatan inovasi untuk mengubah cara energi perkotaan didistribusikan dan dikonsumsi. Platform baterai swap dan kendaraan Gogoro menawarkan ekosistem jangka panjang yang cerdas, terbukti, dan berkelanjutan untuk menghadirkan pendekatan baru dalam mobilitas perkotaan.

Gogoro dengan cepat menjadi pemimpin inovasi dalam desain kendaraan dan propulsi listrik, desain baterai pintar, baterai swap, dan layanan advanced cloud yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengelola ketersediaan dan keamanan baterai. Tantangannya sangat besar, tetapi peluang untuk menggantikan status quo, menetapkan standar baru, dan mencapai tingkat baru pertumbuhan transportasi berkelanjutan di kota-kota berpenduduk padat bahkan lebih besar. 

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gogoro.com/news dan ikuti Gogoro di Twitter: @wearegogoro

Tentang GoTo

GoTo Group adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia. Misi GoTo adalah untuk “mendorong kemajuan” dengan menawarkan infrastruktur teknologi dan solusi bagi semua orang untuk mengakses dan berkembang dalam ekonomi digital. Ekosistem GoTo terdiri dari layanan transportasi on-demand, e-commerce, pengiriman makanan dan bahan makanan, logistik dan pemenuhan, serta layanan keuangan dan pembayaran melalui platform Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.

link

https://www.pertamina.com/id/news-room/news-release/sinergi-electrum-pertamina-gogoro-dan-gesits-percepat-ekosistem-kendaraan-listrik-indonesia

Kategori
Tak Berkategori

Akhirnya resmi : Foxconn Bikin Industri Mobil Listrik Rp 114 T di Batang

 1,246 total views

Foxconn, perusahaan perakit handphone iPhone dari Taiwan resmi investasi di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Penandatanganan perjanjian investasi sudah dilakukan pada awal Januari 2022.

“Awal bulan kami sudah tandatangan MoU dengan Foxconn. Jadi Foxconn akan masuk di batang,” kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (31/1/2022).

Bahlil menyatakan Foxconn bakal memperkaya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan itu akan membuat motor dan mobil listrik, juga komponen baterai kendaraan listrik.

Bukan cuma itu, Foxconn juga bakal memindahkan sebagian volume pabrik sparepart telekomunikasi ke Indonesia dari China. Bahlil mengaku tidak mudah untuk mencapai kesepakatan investasi ini.

“Ini perintah Bapak Presiden katanya dari awal nggak jalan-jalan. Kami waktu itu datang ketauan ada negara yang mungkin memprotes kehadiran saya di sana, tapi saya bilang selama tidak ada UUD yang melarang kita dagang, kenapa harus takut kepada negara tertentu,” tegasnya.

Baca artikel detikfinance, “Resmi! Foxconn Bikin Industri Mobil Listrik Rp 114 T di Batang” selengkapnya https://finance.detik.com/industri/d-5922784/resmi-foxconn-bikin-industri-mobil-listrik-rp-114-t-di-batang.

Kategori
Tak Berkategori

RI Punya Mobil Otonom MEVi-TDS

 472 total views

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) mengembangkan moda transportasi tanpa pengemudi yang ramah lingkungan, MEVi-TDS. Wah, bakal saingi mobil Tesla kepunyaan Elon Musk?

MEVi-TDS singkatan dari Micro Electric Vehicle-Teleoperated Driving System. Secara desain, kendaraan ini memang tidak sebesar Tesla, tetapi BRIN mengatakan bahwa MEVi-TDS ini simply futuristic.

Pengembangan kendaraan listrik sebelumnya difokuskan pada penguasaan teknologi komponen kunci seperti motor listrik, battery, control system/power electronics, platform dan charging system.

“Sedangkan Prioritas Riset Nasional (PRN) Kendaraan Listrik 2020-2024 berfokus pada penguasaan teknologi kunci kendaraan otonom, seperti sistem deteksi objek/sensor, sistem telekomunikasi, human to vehicle interaction, computer vision, dan sebagainya,” ujar Kepala Organisasi Riset IPT BRIN, Budi Prawara dalam siaran persnya.

Baca artikel detikinet, “Elon Musk Punya Mobil Tesla, RI Punya Mobil Otonom MEVi-TDS” selengkapnya https://inet.detik.com/science/d-5945829/elon-musk-punya-mobil-tesla-ri-punya-mobil-otonom-mevi-tds.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Kategori
Kendaraan Listrik

Lokasi : 187 ‘SPBU Listrik’ Sudah Standby Ngecas

 1,682 total views

Kementerian ESDM mencatat 187 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) alias ‘SPBU listrik’ tersebar di 155 titik lokasi seluruh Indonesia dan siap operasi. Tersedianya ‘SPBU listri’ demi mendukung program KBLBB alias Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai

“Kami siapkan dalam percepatan KBLBB. Sebagai informasi per September 2021 sudah ada 187 unit SPKLU di 155 lokasi,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana kata Rida dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM, dikutip Sabtu (16/10/2021).

Rida menjelaskan pembangunan SPKLU tersebar di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, dan Pulau Sulawesi. Secara rinci, sebaran SPKLU berada di DKI Jakarta mencapai 83 unit yang tersebar di 63 lokasi.

selengkapnya…

Baca artikel detikfinance, “187 ‘SPBU Listrik’ Sudah Standby Ngecas, Ini Sebaran Lokasinya” selengkapnya https://finance.detik.com/energi/d-5770314/187-spbu-listrik-sudah-standby-ngecas-ini-sebaran-lokasinya.

Kategori
Tak Berkategori

2040 : Kendaraan BBM Berhenti Dijual, RI Banjir Investasi Mobil Listrik

 1,164 total views

Indonesia kebanjiran investasi pada sektor industri kendaraan listrik. Mulai dari pabrik pembuatan baterainya sampai ke pembuatan kendaraannya.

Mobil listrik sendiri memang direncanakan untuk diperbanyak jumlahnya di Indonesia. Hal ini masuk ke dalam komitmen nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) pada 2060, komitmen itu membuat Indonesia harus lebih banyak menggunakan energi baru terbarukan untuk mengurangi emisi.

Rencananya di tahun 2030 ada 2 jutaan mobil listrik dan 13 jutaan motor listrik yang wira-wiri di Indonesia. Kendaraan-kendaraan ini akan menggantikan kendaraan berbahan bakar bensin yang rencananya dihentikan penjualannya mulai dari tahun 2040.

Dalam catatan detikcom, saat ini Indonesia sedang dibanjiri investasi pabrik baterai listrik. Yang sudah muncul ke publik ada 3 perusahaan internasional yang mendekati Indonesia.

selengkapnya,…

Baca artikel detikfinance, “Kendaraan BBM Berhenti Dijual di 2040, RI Banjir Investasi Mobil Listrik” selengkapnya https://finance.detik.com/industri/d-5772328/kendaraan-bbm-berhenti-dijual-di-2040-ri-banjir-investasi-mobil-listrik.

Kategori
Tak Berkategori

Kebijakan Akomodatif Kendaraan Listrik

 958 total views

Nada optimisme tentang mobil listrik ditunjukkan melalui Catatan Urban Harian Kompas berjudul Macet Sekarang Tak Mengapa, Asal Pakai Mobil Listrik yang ditulis oleh Neli Triana pada 25 September 2021. Artikel ini mengajak kita untuk mengubah pandangan dalam menyambut tren energi terbarukan yaitu mobil listrik, yang diprediksi akan meningkat drastis pada beberapa tahun ke depan.

Salah satu dampak positif yang muncul jika menggunakan mobil listrik yaitu mengurangi tingkat kendaraan bertenaga fosil sehingga menurunkan potensi pemanasan global maupun polusi. Catatan akhir penulis agar mobil listrik menjadi populer ialah concern terhadap desain mobil yang lebih fungsionalis dan penggunaan tenaga listrik yang lebih kecil.

Kendati demikian, Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mewujudkan penggunaan kendaraan bertenaga listrik. Catatan historis menunjukkan tentang inovasi kendaraan bertenaga listrik yang fluktuatif selama kurun beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh, inovasi kendaraan bertenaga listrik bernama ESEMKA. ESEMKA pertama kali muncul di kalangan publik ketika presiden Jokowi menduduki jabatan Wali Kota Solo. Gebrakan ini disambut positif oleh seluruh pihak kala itu. Perlahan, kabar ESEMKA hilang ditelan bumi pada 2012-2014.

Menjelang Pemilu 2014, ESEMKA kembali menjadi topik perbincangan. Tetapi, produksi dan penggunaan ESEMKA terhenti begitu saja (CNN Indonesia, 2021). Esemka Telantar Saat Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing.

Dua catatan di atas menunjukkan dua hal yang sangat kontradiktif. Pada satu sisi, kita didorong untuk menggunakan kendaraan bertenaga listrik. Pada sisi lainnya, kita melihat industri untuk memproduksi kendaraan bertenaga listrik tidak berjalan. Artinya, kesinambungan di antara keduanya tidak bertemu. Lantas, bagaimana langkah yang tepat agar inovasi kendaraan bertenaga listrik dapat berjalan sukses? Hal apakah yang perlu diperhatikan?

Kebijakan Akomodatif

Dalam studi inovasi, terdapat salah satu pendekatan bernama Multi-Level Perspective (MLP). Pendekatan ini mulai dikenal luas pada 1998 melalui studi dari Arie Rip dan René Kemp (Whitmarsh, 2012). Gagasan ini dikembangkan pada 2002 oleh Frank W. Geels dengan membawa ide tentang tiga tingkat analitik dalam kerangka kerja MLP.

Pada level makro, itu disebut sebagai landscape. Ide dasar landscape mengungkapkan kondisi eksternal yang mempengaruhi rezim dan niche. Misalnya, perkembangan politik, ekonomi, dan pola mendalam budaya. Pada level meso, Geels memberikan istilah rezim. Rezim menggambarkan kegiatan kelompok sosial untuk mengambil peran, memelihara dan menghubungkan ke teknis sosial. Misalnya, pengguna, ilmuwan, pembuat kebijakan, dan kelompok kepentingan.

Pada level mikro, dirinya menyebutkan istilah niche. Niche menjelaskan sebagai proses internal, seperti pembelajaran atau penelitian melalui pengalaman. Ide dasarnya adalah tentang bagaimana inovasi dapat berkembang. (Poppink, 2016). Geels menjelaskan bahwa Niche diartikan sebagai ‘ruang inkubasi’. Berbagai akumulasi niche disebut sebagai inovasi radikal karena statusnya yang lambat laun dapat mengubah kondisi dalam masyarakat. (Geels, 2002)

Kerangka di atas kemudian kita kontraskan dengan kondisi Indonesia. Kondisi landscape global saat ini memperlihatkan dukungan untuk kendaraan bertenaga terbarukan dengan dibuktikan oleh meningkatnya penggunaan mobil Tesla. Tesla telah menjelma menjadi salah satu kendaraan bertenaga listrik yang tengah banyak digunakan.

Niche merespons kondisi landscape dengan sangat baik. Hal ini dibuktikan banyaknya kelompok sosial yang melakukan proses internalisasi, salah satunya naiknya gagasan kendaraan bertenaga listrik bernama Gesits. Gesits adalah hasil kolaborasi antara akademisi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan sektor privat (Muzaki, 2020).

Permasalahan terletak pada level rezim. Pembuat kebijakan tidak meresponsnya dengan memberikan kebijakan akomodatif pada situasi landscape dan niche yang terus berkembang. Semisal, infrastruktur pengisian daya kendaraan bertenaga listrik. Sejauh ini, pengisian daya kendaraan listrik hanya dapat ditemukan pada sejumlah titik. Hal ini sangat kontradiktif dengan situasi di negara lain, semisal Belanda.

Di Belanda, infrastruktur pengisian tenaga listrik dapat kita temui dengan sangat mudah. Kebijakan pemerintah sangat akomodatif. Sebab ini yang kemudian mendorong warga Belanda untuk menggunakan kendaraan bertenaga listrik.

Keberhasilan Inovasi

Kerangka kerja Geels menekankan pada dimensi transisi teknologi (TT); kebutuhan masyarakat dipengaruhi oleh perubahan teknologi (Geels, 2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada status dinamis dalam inovasi; para aktor menciptakan jaringan dan membangun visi bersama tentang bagaimana teknologi baru harus dikembangkan.

selengkapnya…

Baca artikel detiknews, “Kebijakan Akomodatif Kendaraan Listrik” selengkapnya https://news.detik.com/kolom/d-5766155/kebijakan-akomodatif-kendaraan-listrik.