Kategori
Tak Berkategori

Resmikan Indonesia Battery Corporation – Erick Thohir

 932 total views,  4 views today

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi membentuk holding baterai listrik, Indonesia Battery Corporation (IBC). Holding ini sudah disiapkan sejak satu tahun terakhir.

Holding ini terdiri dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam, PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN. Masing-masing perusahaan memiliki saham 25 persen.

“Saya rasa ini perjalanan yang panjang setahun yang lalu di mana kami melakukan transformasi,” ungkap Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers, Jumat (26/3).

Ia menjelaskan transformasi itu semakin mudah dilakukan di masa pandemi covid-19. Untuk itu, pembentukan IBC berjalan lancar.

“Dengan adanya ev battery akan buat Indonesia lebih kuat dan bersahabat dengan ekonomi hijau,” imbuh Erick.

Selain itu, pembentukan IBC juga merupakan respons pemerintah terhadap kekayaan alam di Indonesia. Salah satunya nikel yang mencapai 24 persen dari total produksi di dunia.

“Sesuai arahan Pak Presiden, sering telat antisipasi kekuatan Indonesia sendiri. Tahun 1980-an industri kayu telat, tahun 1970-an industri perminyakan telat. Ini Alhamdulillah memanfaatkan momentum perubahan momentum ev battery,” jelas Erick.

lanjut…

sumber :

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210326151032-92-622514/erick-thohir-resmikan-indonesia-battery-corporation

Kategori
Tak Berkategori

Segini Modal untuk Indonesia Battery Corporation – Pemain modal luar

 754 total views,  4 views today

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengumumkan secara resmi pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC) pada Jumat, 26 Maret 2021.

Dalam proyek ini, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, IBC nanti terdiri dari empat BUMN antara lain PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)/Inalum atau MIND-ID, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Pertamina dan PLN.

Dari luar negeri, Erick mengatakan proyek ini juga melibatkan dua emiten pemain global, yakni Contemporary Amperex Technology atau CATL dan LG Chem Ltd.

“Permodalan sendiri kurang lebih ada dua partnershipnya. CATL sekitar USD 5 miliar lebih. Untuk yang LG Camp itu nilainya kurang lebih USD 13-17 miliar. Ini sebuah partnership yang besar banget,” kata Erick dalam sesi teleconference, Jumat (26/3/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury menyebutkan total investasi yang dibutuhkan untuk proyek ini sangat besar, mencapai USD 17 miliar.

“Profil dari IBC ini nanti akan dimiliki dengan total komposisi saham yang sama antara ANTAM, MIND ID, Pertamina,dan juga PLN,” kata Pahala.

“Keempat BUMN ini bersatu membuat Indonesia Battery Corporation yang nanti masing-masing bagian supply chain dari industri baterai ini agar kita memiliki joint venture,” ia menambahkan.

sumber :
https://www.liputan6.com/saham/read/4516600/gandeng-pemain-global-segini-modal-untuk-indonesia-battery-corporation

Pipit Ika Ramadhani

Kategori
Tak Berkategori

Indonesia Battery Corporation (IBC), produksi 140 GWh di 2030

 648 total views,  6 views today

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengumumkan pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC), sebagai holding untuk mengelola ekosistem industri baterai, khususnya bagi kendaraan bermotor listrik atau Electric Vehicle (EV).

Erick menyampaikan, pembentukan IBC merupakan strategi pemerintah untuk memaksimalkan potensi sumber daya mineral agar bisa dimanfaatkan di dalam negeri untuk mengelola industri baterai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. 

Sebab, Indonesia memiliki cadangan dan produksi mineral yang besar sebagai bahan baku baterai. Salah satunya nikel yang mencapai 24% dari total produksi di dunia.

“Kita ingin menjadi global player, dengan alih teknologi dan penguasaan pasar ke depan. Sehingga tidak hanya menjadi market saja,” kata Erick dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Jum’at (26/3).

Pembentukan IBC ditandai dengan penandatanganan perjanjian pemegang saham (shareholders’ agreement) yang dilangsungkan pada 16 Maret 2021 oleh empat perusahaan BUMN sektor pertambangan dan energi.

lanjut,…

sumber :

https://industri.kontan.co.id/news/erick-thohir-bentuk-indonesia-battery-corporation-ibc-produksi-140-gwh-di-2030

Kategori
Tak Berkategori

Indonesia Battery Corporation (IBC) akhirnya secara resmi terbentuk

 1,258 total views,  2 views today

Indonesia Battery Corporation (IBC) akhirnya secara resmi terbentuk. Perusahaan yang fokus pada pengembangan baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir itu diawali dengan penandatanganan perjanjian pemegang saham (shareholders’ agreement) pada 16 Maret lalu. IBC dimiliki oleh empat perusahaan BUMN sektor pertambangan dan energi, yakni Holding Industri Pertambangan – MIND ID, PT Antam Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero) dengan komposisi saham masing-masing sebesar 25%. Adapun investasi industri baterai dari hulu hingga ke hilir ini bakal mencapai US$ 17 miliar hingga 2030 dengan produksi baterai sekitar 140 giga watt hour (GWh). Dalam skenario awal, holding akan dinamai Industri Baterai Indonesia (IBI), bukan IBC. Pembentukan IBC relatif lebih cepat dari target Kementerian BUMN sekitar Juni 2021.

lanjut,…

sumber :

https://investor.id/business/indonesia-battery-corporation-resmi-terbentuk

Kategori
Tak Berkategori

Fakta berdirinya Indonesia Battery Corporation

 1,018 total views,  2 views today

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara resmi sudah mengumumkan pendirian Indonesia Battery Holding (IBH) yang bernama lengkap Indonesia Battery Corporation (IBC) yang dibentuk untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air.

Ada empat BUMN yang patungan membentuk holding ini yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) alias MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina dan PT PLN.

Simak deretan fakta-fakta pembentukan IBC ini.

sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/market/20210326164501-20-233179/resmi-dibentuk-cek-8-fakta-indonesia-battery-corporation

Kategori
Kendaraan Listrik

apakah ? Maung Pindad Mau Dibikin Versi Kendaraan Listrik

 688 total views,  4 views today

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo menyambut baik tawaran PT Mahakarya Sukma Abadi melahirkan mobil Maung versi elektrik atau listrik. IMI, Pindad, serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan ikut serta dalam menghadirkan mobil Maung listrik ini.

Menurut Bamsoet, kehadiran Maung versi konvensional berbahan bakar minyak sangat memikat warga sipil. Bahkan pemesanan untuk sipil sudah mencapai 100 unit.

“Peningkatan Maung menjadi elektrik akan semakin menyemarakkan perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Tantangan tak mudah, mengingat Maung merupakan tipe kendaraan Rantis 4X4 yang bisa digunakan untuk off road,” ujar Bamsoet dalam

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan General Motor Co telah mengeluarkan Hummer versi elektrik untuk memenuhi kebutuhan penggemar off-road yang sudah mulai bermigrasi ke listrik. Menggunakan 3 buah motor listrik e4WD yang mampu menghasilkan tenaga setara 1.000 dk dan torsi 15.591 Nm. Listrik untuk 3 motor ini dipasok oleh 24 buah modul baterai Ultium, dalam keadaan penuh bisa menempuh jarak mencapai 563 km.

“Mercedes-Benz juga telah mengenalkan EQC 4×4 sebagai mobil off-road listrik pertamanya. Menandakan bahwa kendaraan listrik untuk off-road sudah mulai menggeliat. Indonesia melalui Maung, jangan sampai tertinggal,” jelas Bamsoet.

Ia menerangkan kejuaraan balap mobil listrik off-road, Extreme E, kini juga sudah populer di berbagai penggemar otomotif. Bahkan salah satu tim balapnya, Techeetah Extreme E atau Techeetah XE, punya markas di Jakarta.

lanjut,…

sumber :

https://oto.detik.com/mobil/d-5488154/maung-pindad-mau-dibikin-versi-kendaraan-listrik-mantap-nih?_ga=2.116251653.2092560513.1619108998-1068323113.1619108998

Faidah Umu Sofuroh – detikOto

Kategori
Tak Berkategori

Semakin Mudah dan Murah – Isi Baterai Mobil Listrik Kini

 618 total views,  2 views today

Pertumbuhan penggunaan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi semakin pesat di banyak negara. Tak hanya di Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa, negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) pun tengah berlomba-lomba mengembangkan kendaraan ramah lingkungan berbasis baterai. Bahkan, Thailand memiliki ambisi besar sebagai negara ASEAN yang menjadi pusat pengembangan kendaraan listrik tersebut.

Pemerintah Indonesia pun tak mau ketinggalan. Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 55 Tahun 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Dengan adanya peraturan tersebut, dalam jangka panjang, bisa dicapai tiga keuntungan sekaligus. Yakni kentungan ekonomi, lingkungan dan energi. Dari sisi ekonomi, beban keuangan negara untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) bisa berkurang.

Dari sisi lingkungan, penggunaan kendaraan listrik bisa menurunkan emisi gas buang dari kendaraan bermotor yang selama ini menjadi salah satu kontributor pencemaran udara, dan dari sisi energi akan ada peningkatan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Saat ini, bauran energi baru terbarukan (EBT) baru mencapai 12%, dari target 23%. Dengan menggunakan mobil listrik, konsumsi energi terbarukan akan meningkat. Untuk mempercepat bertumbuhnya ekosistem kendaraan listrik, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN terus menggenjot pembangunan infrastruktur, khususnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

lanjut,…

sumber :
https://otomotif.sindonews.com/read/349806/183/isi-baterai-mobil-listrik-kini-semakin-mudah-dan-murah-1614520927

Anton Chrisbiyanto

Kategori
Tak Berkategori

Isi Baterai Pakai Aplikasi Charge.IN

 673 total views,  4 views today

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN meluncurkan aplikasi pengisian baterai bernama Charge.IN. Layanan ini diberikan khusus bagi pengguna motor maupun mobil listrik dalam memonitor pengisian baterai.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, Charge.IN menjadi aplikasi pertama pengisian baterai yang dihadirkan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Adapun untuk lokasi charging station, hingga saat ini sudah ada 101 unit pada 73 lokasi di beberapa area seperti SPBU, SPBG, perkantoran, perhotelan, pusat perbelanjaan, area parkir, maupun rest area di sepanjang jalur tol. Seperti diketahui, perusahaan pelat merah ini telah menargetkan tambahan charging station hingga 24.720 unit untuk 10 tahun ke depan.

“Aplikasi ini diharapkan dapat mendukung percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) seperti yang telah diamanatkan dalam pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan dan dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 tahun 2020,” mengutip keterangan tertulis, Selasa, 2 Februari 2021.

lanjut,..

sumber :
https://www.trenasia.com/pengguna-kendaraan-listrik-bisa-isi-baterai-pakai-aplikasi-charge-in/

Aprilia Ciptaning

Kategori
Tak Berkategori

Indonesia Battery Corporation Diharapkan Rampung Semester I – Tahun ini 2021

 542 total views,  2 views today

INDUK usaha baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) atau Indonesia Baterry Corporation (IBC) diharapkan bisa dibentuk pada semester I 2021. IBC merupakan perusahaan yang dimiliki bersama antara Mind ID, Antam, PLN, dan Pertamina.

Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan IBC akan memayungi semua mata rantai pasok proses produksi untuk baterai EV. Rantai dari hulu yaitu paling dominan pertambangan nikel, alumunium, dan tembaga. Dilanjutkan mineral pelengkapnya seperti kobalt, mangan, lithium. Beberapa kandungan mineral tidak semua tersedia di Indonesia. Selain sektor hulu dan produksi baterai, pemain lain seperti PLN juga turut hadir menyajikan listriknya. Pertamina juga akan menyediakan stasiun pengisian daya baterai dan membangun industri baterai EV berkelanjutan. Bila dibutuhkan, pemerintah akan membangun fasilitas produksi untuk membuat energy storage system. “Disepakati IBC akan dimiliki bersama oleh empat perusahaan tersebut. Sudah ada diskusi di antara empat perusahaan ini dengan para calon mitra. Kami mengharapkan timeline-nya di semester pertama 2021 IBC sudah bisa berdiri, melakukan penandatanganan kerja sama, dan joint venture,” kata Pahala dalam webinar Media Talk BUMN, Selasa (2/2). Di bawah holding, akan terdapat perusahaan-perusahaan yang akan dibentuk. Ini bisa di-joint venture-kan atau dimitrakan antara IBC dengan masing-masing mitra potensial, boleh dari negara mana pun.

Sumber: https://mediaindonesia.com/ekonomi/381909/indonesia-battery-corporation-diharapkan-rampung-semester-i-2021

Fetry Wuryasti